NUSA TENGGARA TIMUR — Twigim, begitu sebutan untuk aneka gorengan khas Korea, punya tekstur renyah yang khas dan tahan lebih lama dibanding gorengan biasa. Rahasianya ada pada campuran tepung dan teknik menggoreng yang tepat. Yuk, simak tiga cara mudah berikut ini.
Kunci utama kerenyahan twigim ada pada komposisi tepungnya. Jangan cuma pakai tepung terigu saja. Campurkan dengan tepung maizena dengan perbandingan 2:1 — dua bagian terigu, satu bagian maizena.
Tepung maizena membantu menyerap kelembapan lebih sedikit saat digoreng, sehingga lapisan luarnya jadi super renyah dan tidak mudah lembek meski sudah didiamkan beberapa saat. Ini bedanya dengan gorengan biasa yang pakai tepung terigu doang.
Suhu adonan juga pengaruh besar, Bun. Saat mencampur tepung, gunakan air dingin atau air es, bukan air suhu ruang. Adonan dingin akan menciptakan reaksi kejutan saat bertemu minyak panas.
Reaksi ini bikin lapisan tepung langsung mengembang dan membentuk rongga-rongga kecil yang bikin tekstur gorengan jadi ringan dan renyah. Pastikan adonan jangan terlalu encer — kekentalan sedang, mirip adonan bakwan, supaya menempel sempurna di bahan.
Minyak yang terlalu sedikit bikin suhu cepat turun dan gorengan jadi berminyak. Sebaliknya, minyak yang banyak dan stabil suhunya (sekitar 170-180 derajat Celcius) bikin lapisan tepung matang merata dan renyah.
Gunakan api sedang, jangan terlalu besar. Api besar bikin luar cepat gosong tapi dalam masih mentah. Api kecil bikin adonan menyerap terlalu banyak minyak. Goreng hingga kuning keemasan, angkat, tiriskan di atas kertas minyak atau tisu dapur.
Meski twigim lebih tahan lama dibanding gorengan biasa, sebaiknya camilan ini tetap dihabiskan dalam 2-3 jam setelah digoreng. Kalau ingin disimpan, taruh di wadah kedap udara dan panaskan kembali di oven atau air fryer — jangan pakai microwave karena bikin lembek.
Untuk variasi, ibu bisa coba menggoreng sayuran seperti wortel, zucchini, atau ubi jalar. Atau protein seperti udang dan cumi yang cocok banget buat lauk pendamping nasi.
Dengan tiga trik di atas, camilan khas Korea yang renyah dan tahan lama bukan lagi cuma bisa dinikmati di restoran. Selamat mencoba di rumah, Bun!