Nilai Aset Negara di NTT Tembus Rp78,39 Triliun, Tanah Mendominasi hingga Rp45 Triliun

Penulis: Jauhari Lubis  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:55:31 WIB
Petugas menunjukkan dokumen aset negara di Kantor KPKNL Kupang, NTT, dengan total nilai mencapai Rp78,39 triliun.

KUPANG — Porsi terbesar aset negara di NTT masih didominasi oleh bidang tanah yang mencapai Rp45 triliun. Disusul gedung dan bangunan senilai Rp18,97 triliun, serta jalan, irigasi, dan jembatan yang tercatat Rp6,76 triliun.

Kepala KPKNL Kupang Yogi Gumilar mengungkapkan, total kekayaan negara yang dikelola tersebut tersebar di tiga gugus pulau utama. Konsentrasi aset terbesar berada di Pulau Timor, Rote, dan Sabu dengan nilai mencapai Rp60,34 triliun.

Sebaran Aset Negara di Flores dan Sumba

Untuk kawasan Flores, Lembata, dan Alor, nilai BMN yang tercatat mencapai Rp15,17 triliun. Sementara itu, Pulau Sumba menyumbang aset senilai Rp2,85 triliun dari total keseluruhan.

Selain aset tanah dan bangunan, pemerintah juga mencatat kepemilikan peralatan dan mesin senilai Rp2,93 triliun. Terdapat pula konstruksi dalam pengerjaan senilai Rp4,34 triliun serta aset tak berwujud yang nilainya mencapai Rp272 miliar.

Peran Aset untuk Pembiayaan Pembangunan Nasional

Yogi menambahkan, sebagian BMN di NTT tidak hanya digunakan untuk operasional pemerintahan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai jaminan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Hingga Juni 2026, aset yang dijadikan underlying asset mencapai Rp6,05 triliun atau 7,72 persen dari total nilai BMN di provinsi ini.

"Hingga Juni 2026, aset yang ditetapkan sebagai underlying asset Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai Rp6,05 triliun atau 7,72 persen dari total nilai BMN di NTT," kata Yogi dalam keterangannya di Kupang, Kamis.

Instansi dengan Jaminan Aset Terbesar

Dari sisi nilai, aset milik Polda NTT menjadi penyumbang terbesar untuk skema pembiayaan tersebut, yakni senilai Rp1,07 triliun. Adapun dari sisi jumlah, Kementerian Pekerjaan Umum mendominasi dengan 143 nomor urut pendaftaran (NUP).

Optimalisasi pengelolaan BMN ini diharapkan mampu mendukung pembiayaan proyek strategis pemerintah. Langkah ini sekaligus memperkuat layanan publik dan percepatan pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top