NUSA TENGGARA TIMUR — Menonton film horor itu subjektif, tapi ketika dua orang yang sehari-harinya menonton film horor profesional sepakat sebuah film gagal bikin takut, itu sudah jadi sinyal bahaya. Rory Mellon dan Alix Blackburn dari Tom's Guide baru saja merampungkan penilaian mereka terhadap 14 film horor terbesar 2026. Alih-alih menilai kualitas keseluruhan, mereka fokus pada satu hal: seberapa besar film bikin jantung berdebar dan telapak tangan berkeringat.
Dua film yang paling berhasil bikin merinding justru datang dari pendekatan yang berbeda. Backrooms, adaptasi dari video viral Kane Parsons, berhasil mengubah furnitur kantor biasa menjadi sesuatu yang terasa mengancam. Menurut Alix Blackburn, segmen found footage-nya adalah bagian paling seram karena memicu paranoia hanya dengan menatap wallpaper kuning.
Sementara itu, Hokum memenangkan hati Rory Mellon lewat adegan 40 menit yang benar-benar mengganggu pikirannya. Film ini tidak mengandalkan gore, tapi justru atmosfer mencekam lewat sudut pandang orang pertama yang cerdas. "Kamu dipaksa masuk ke perspektif karakternya, dan itu terasa sangat personal," kata Blackburn.
Obsession mungkin diselimuti dark humor, tapi Inde Navarrette berhasil memberikan performa yang bikin merinding. Blackburn mengaku keluar dari bioskop dalam keadaan gemetar karena rasa dread yang membangun sepanjang film. Rory Mellon menyebutnya salah satu film favorit tahun ini, meski mengakui elemen komedinya lebih dominan daripada ketakutannya.
28 Years Later: The Bone Temple juga layak masuk daftar tontonan wajib. Penampilan Jack O'Connell sebagai pemuja setan psikopat bernama Jimmy Crystal berhasil menyuntikkan ketakutan nyata ke sekuel yang sering terlewatkan ini. Kekerasan grafisnya cukup sulit dicerna, dan perilaku sadis kultus pusat cerita menjadi sumber horor yang paling efektif.
Dua film yang paling ditunggu justru menjadi kekecewaan terbesar tahun ini. Return to Silent Hill bahkan disebut Rory Mellon tidak menakutkan sama sekali — dia terlalu sibuk marah karena filmnya merusak salah satu pengalaman horor terbaik di dunia game. Alix Blackburn menambahkan, film ini lebih mirip komedi dan kamu akan tertawa, bukan menjerit.
Scream 7 juga tidak luput dari kritik tajam. Waralaba ini memang tidak pernah terlalu fokus bikin takut, tapi kali ini ceritanya disebut sampah. Blackburn menyebutnya "salah satu film horor paling tidak menakutkan yang pernah dia tonton," dengan cerita dan akting yang gagal mengangkat tontonan yang terasa seperti pekerjaan asal jadi.
Beberapa film lain punya momen seram tapi tidak konsisten. Evil Dead Burn menawarkan kematian brutal dengan efek praktis yang terlihat sangat nyata — cocok kalau kamu mencari sensasi gore, tapi kurang efektif kalau mencari ketegangan psikologis. Lee Cronin's The Mummy punya satu adegan awal yang bikin merinding, tapi kemudian jatuh ke lubang klise tropes horor yang sudah terlalu sering dipakai.
Iron Lung dan Passenger sama-sama punya konsep menarik tapi eksekusi yang kurang greget. Iron Lung membangun momentum menyeramkan di awal, tapi runtime dua jamnya bikin penonton lebih merasa lelah daripada takut. Passenger terlalu aman dengan jump scare klasik yang repetitif di paruh kedua.
Kalau kamu benar-benar mencari film yang bikin susah tidur, prioritas utama adalah Backrooms, Hokum, dan Obsession. 28 Years Later: The Bone Temple juga layak masuk daftar kalau kamu tahan dengan kekerasan grafis. Sementara itu, Scream 7, Return to Silent Hill, dan The Strangers – Chapter 3 sebaiknya kamu lewati — atau tonton hanya untuk bahan tertawaan. Primate bisa jadi pilihan tengah kalau kamu ingin horor dengan nuansa tidak nyaman, bukan sekadar jump scare.