Kunjungan Dubes Australia ke Pusdalops NTT, Tinjau Sistem Pantau 16 Gunung Api hingga Aplikasi INATANA

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 21:38:31 WIB
Gubernur NTT dan Dubes Australia menyaksikan simulasi pemantauan kebencanaan di ruang komando Pusdalops BPBD NTT, Kupang.

KUPANG — Ruang komando Pusdalops BPBD NTT menjadi pusat perhatian saat Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Dubes Australia Roderick Brazier menyaksikan simulasi pemantauan kebencanaan yang beroperasi 24 jam nonstop. Para petugas memperagakan sistem pelacakan gempa secara real-time, analisis cuaca ekstrem, hingga pemetaan arah sebaran abu vulkanik yang menjadi ancaman bagi jalur penerbangan di kawasan Flores.

Perhatian khusus tertuju pada tiga gunung api yang masuk kategori awas dan siaga, yakni Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gunung Lewotolok, dan Gunung Iya. Ketiganya menjadi prioritas pemantauan karena aktivitas vulkanik yang fluktuatif dalam beberapa bulan terakhir.

Aplikasi INATANA: Data Bencana 22 Kabupaten/Kota dalam Satu Platform

Dalam peninjauan tersebut, rombongan juga diperkenalkan pada aplikasi INATANA (Informasi Data Bencana Nusa Tenggara), platform pusat data terpadu yang menjadi tulang punggung koordinasi penanganan bencana di NTT. Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Program SIAP SIAGA yang menghubungkan 22 BPBD kabupaten/kota di provinsi itu.

Melalui platform ini, data kebencanaan dari seluruh daerah dapat diakses secara langsung dan terpusat. Sistem tersebut memangkas waktu pelaporan serta mempercepat proses pengambilan keputusan saat keadaan darurat. Selain INATANA, layanan call center penanganan darurat rabies juga turut dipamerkan sebagai bagian dari perluasan fungsi Pusdalops.

Dukungan Australia Lewat Program SIAP SIAGA

Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Australia dalam mendampingi pembangunan kapasitas ketangguhan daerah di NTT. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut telah memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kelembagaan BPBD, pengembangan sistem informasi kebencanaan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

“Terima kasih atas komitmen Pemerintah Australia yang selama ini terus mendampingi NTT melalui Program SIAP SIAGA. Dukungan tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BPBD, pengembangan sistem informasi kebencanaan, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai ancaman bencana,” tegas Gubernur Melki.

Kunjungan ini menjadi penanda penguatan koordinasi lintas sektor yang selama ini dibangun antara BPBD Provinsi NTT, BPBD Kota Kupang, dan tim Program SIAP SIAGA yang diwakili Koordinator Wilayah NTT Silvia Fanggidae. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Mahadin Sibarani serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest Ludji turut mendampingi rombongan sepanjang agenda.

Mengapa Kolaborasi Ini Krusial bagi NTT?

NTT merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerentanan bencana tertinggi di Indonesia. Dengan 16 gunung api aktif yang tersebar di wilayah Flores dan sekitarnya, ditambah potensi gempa bumi serta cuaca ekstrem, sistem peringatan dini yang andal menjadi kebutuhan mutlak.

Keberadaan Pusdalops yang didukung teknologi digital dan data terpadu memungkinkan pemerintah daerah merespons lebih cepat saat terjadi bencana. Investasi pada sistem ini dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam membangun ketangguhan daerah, sekaligus menjadi contoh konkret kerja sama internasional yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: koranntt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top