Danantara Belum Terbitkan Laporan Keuangan Perdana, Konsolidasi Ratusan BUMN dari Pertamina hingga Telkom Jadi Kendala

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:07:31 WIB
Danantara belum menerbitkan laporan keuangan perdana karena masih dalam tahap konsolidasi data ratusan BUMN.

NUSA TENGGARA TIMUR — Publik yang menantikan transparansi kinerja keuangan Daya Anagata Nusantara (Danantara) harus bersabar lebih lama. Holding investasi yang menaungi seluruh BUMN ini belum merilis laporan keuangan perdana karena masih berada di tahap pra-audit dan konsolidasi data yang kompleks.

Dony Oskaria menjelaskan, penyusunan laporan ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah BUMN. Sebelumnya, masing-masing perusahaan seperti Pertamina, PLN, dan Bank Mandiri menerbitkan laporan keuangan secara individual. Kini, semuanya harus digabung dalam satu laporan raksasa.

Ribuan Transaksi Antarperusahaan Harus Dihilangkan

Kompleksitas utama bukan sekadar menjumlahkan aset, melainkan melakukan eliminasi transaksi antar-entitas. Jika tidak, akan terjadi pencatatan ganda yang membuat angka laporan menjadi tidak akurat.

"Laporan keuangan Danantara itu kan hasil konsolidasi daripada BUMN dan ini adalah pertama kali BUMN melakukan laporan konsolidasi," ujar Dony di Jakarta, Jumat (13/6).

Proses eliminasi ini melibatkan ratusan hingga ribuan entitas yang saling bertransaksi. Misalnya, transaksi jual-beli batubara antara anak usaha Pertamina dengan PLN harus dihilangkan dari laporan gabungan agar tidak terlihat sebagai pendapatan ganda.

Dony menegaskan bahwa proses yang berjalan lambat ini bukan berarti ada yang ditutupi. Justru sebaliknya, pihaknya berkomitmen menjaga transparansi penuh dalam penyusunan laporan perdana tersebut.

"Prosesnya tentu membutuhkan waktu lama. Tetapi pada dasarnya kalau kita mau melihat tentu kita bisa melihat, kalau per individu tentu kita bisa melihat laporan masing-masing BUMN," kata dia.

Penyusunan Akun dan Target Tahun Depan

Untuk memastikan laporan sesuai standar akuntansi yang berlaku, Danantara menggandeng konsultan keuangan eksternal. Konsultan ini membantu menyusun struktur akun atau chart of accounts yang seragam untuk semua BUMN di bawah holding.

Langkah ini dinilai krusial karena selama ini setiap BUMN memiliki sistem akuntansi dan kode akun yang berbeda-beda. Penyatuan ini menjadi fondasi agar laporan konsolidasi tahun-tahun berikutnya bisa disusun lebih cepat.

Dony optimistis, setelah pola konsolidasi dan eliminasi ditemukan, proses pelaporan tahun depan akan jauh lebih mudah. "Ini tahun pertama kan, setelah ini tentu kalau kita sudah ketemu polanya. Makanya perlu disampaikan juga kepada publik bahwa kalau sudah ketemu polanya pas eliminasi dari seluruh perusahaan ini tahun berikutnya akan jauh-jauh lebih mudah," tambahnya.

Keterlambatan penerbitan laporan keuangan ini menjadi sorotan mengingat Danantara mengelola aset triliunan rupiah dari berbagai sektor strategis, mulai dari energi, perbankan, hingga telekomunikasi. Kejelasan laporan keuangan menjadi kunci kepercayaan investor asing yang ingin menanamkan modal di holding super ini.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top