KUPANG — Rencana pembentukan Kantor Imigrasi Sumba Timur memasuki babak konkret. Kanwil Imigrasi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Komisi XIII DPR RI menyepakati percepatan realisasi, dengan target operasional penuh pada akhir Agustus atau awal September 2026.
Kepala Kanwil Imigrasi NTT Saroha Manullang menegaskan bahwa kehadiran kantor ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas. "Pembentukan Kantor Imigrasi Sumba Timur merupakan wujud kehadiran negara untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas," katanya di Kupang, Sabtu.
Kebutuhan ini dinilai strategis bukan tanpa alasan. Wilayah pelayanan yang luas, tingginya mobilitas masyarakat, serta potensi pengembangan pariwisata, investasi, dan aktivitas lintas negara menjadi faktor pendorong utama.
Selama ini, warga Sumba Timur yang membutuhkan layanan keimigrasian harus menempuh perjalanan jauh ke Kantor Imigrasi Kupang. Kondisi ini dinilai menghambat akses publik terhadap layanan administrasi kependudukan dan dokumen perjalanan.
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali memastikan pemerintah daerah siap mendukung penuh. Bentuk dukungannya mencakup penyediaan kantor operasional sementara hingga pembangunan kantor permanen.
"Kehadiran Kantor Imigrasi akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah," ujar Umbu.
Senada dengan itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama. Ia juga menyoroti peran strategis kantor imigrasi dalam pengawasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Dalam beberapa tahun terakhir tercatat 1.401 warga NTT menjadi korban TPPO. Kehadiran kantor imigrasi dapat membantu deteksi dini," kata Rudi.
Sembari menunggu proses administrasi rampung, Kanwil Imigrasi NTT melalui Kantor Imigrasi Kupang akan membuka layanan keimigrasian secara berkala di Gedung Sentra Kerajinan Sumba Timur.
Layanan ini dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan keimigrasian tanpa harus ke Kupang. Langkah ini sekaligus menjadi tahap awal menuju operasional penuh Kantor Imigrasi Sumba Timur.
Kepala Lapas Kelas IIA Waingapu Gidion Pally juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi melalui koordinasi, kolaborasi, dan pemanfaatan sumber daya yang ada guna mendukung pembentukan kantor tersebut.