KUPANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta pengguna jasa kelautan di NTT mewaspadai gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berisiko mengganggu aktivitas pelayaran. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, menyampaikan imbauan ini menyusul terpantaunya kecepatan angin yang mencapai 32 knot di sejumlah perairan.
Kecepatan angin ekstrem tersebut menjadi pemicu utama peningkatan tinggi gelombang. Secara sinoptik, pola angin di wilayah NTT saat ini bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 32 knot.
BMKG memetakan sejumlah titik yang berpeluang mengalami gelombang signifikan. Wilayah dengan gelombang tertinggi antara lain:
Kawasan lain seperti perairan utara Flores, Selat Pantar, Selat Ombai, perairan Labuan Bajo, dan perairan Taman Nasional Komodo juga terpantau memiliki kecepatan angin tinggi yang dapat memicu gelombang berbahaya.
Yandri menegaskan bahwa nelayan yang mengoperasikan perahu kecil harus meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Sementara itu, operator kapal tongkang diminta waspada apabila angin bertiup hingga 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter.
"Waspadai potensi gelombang laut dengan tinggi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan NTT pada Minggu (2/8) hingga Rabu (5/8)," kata Yandri di Kupang, Minggu.
Masyarakat pesisir yang hendak melintas antar-pulau disarankan memantau perkembangan cuaca secara berkala. Informasi terkini dapat diakses melalui situs resmi maritim.ntt.bmkg.go.id, menghubungi nomor 0812-1512-2192, atau memantau akun Instagram @bmkg.maritim.tenau.