NUSA TENGGARA TIMUR — Pocognoli disebut telah melakukan pembicaraan dengan CEO SFA Ian Maxwell dan Craig Mulholland yang ditunjuk sebagai kepala petugas sepak bola asosiasi pada Mei lalu. Pengumuman resmi dikabarkan bisa terjadi dalam waktu dekat, mengingat Skotlandia akan memulai empat laga Nations League mulai 26 September melawan Slovenia.
Jika resmi ditunjuk, Pocognoli akan menjadi pelatih asing kedua dalam sejarah timnas pria Skotlandia setelah Jerman, Berti Vogts. Ia juga bukan wajah asing bagi publik Inggris karena sempat bermain untuk West Bromwich Albion dan Brighton & Hove Albion selama kariernya sebagai pemain.
Nama Pocognoli melesat setelah membawa Union Saint-Gilloise (USG) meraih gelar juara liga Belgia pertama sejak 1935. Sebelum promosi ke tim senior pada 2024, ia menghabiskan waktu melatih pemain muda di USG dan tim nasional Belgia. Di musim debutnya, ia langsung memenangkan Piala Super Belgia sebelum memimpin USG tampil di Liga Champions.
Gaya bermainnya yang berani membuat Monaco kepincut dan merekrutnya pada Oktober 2024. Namun, masa kerjanya di Ligue 1 hanya bertahan satu musim dengan finis di peringkat ketujuh sebelum ia dipecat pada awal Juni 2025.
Pocognoli dikenal dengan formasi menyerang 3-4-1-2 yang ia gambarkan sendiri sebagai gaya dominan, baik dengan maupun tanpa bola. "High pressing, counter-pressing, tetapi juga penguasaan bola yang sesungguhnya," ujarnya pernah menjelaskan.
"Bagi saya, pemain adalah seniman. Dan agar seorang seniman bisa tampil baik, mereka harus nyaman secara mental dan fisik," tambahnya. Filosofi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi SFA yang ingin membangun kembali timnas setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Kabar ini muncul setelah Clarke mengundurkan diri menyusul kegagalan Skotlandia lolos dari fase grup Piala Dunia, mengakhiri masa baktinya selama tujuh tahun. Menariknya, Clarke baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun pada Mei lalu sebelum akhirnya hengkang.
Steven Naismith, salah satu asisten Clarke, menyatakan bulan lalu bahwa ia berharap tetap bertahan di struktur timnas di bawah pelatih anyar. Pocognoli sendiri mengaku ingin mempersiapkan pekerjaan berikutnya "dengan tenang dan tekad" setelah didepak Monaco.
Dengan jadwal padat yang menanti, Pocognoli tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi. Empat pertandingan Nations League akan menjadi ujian pertama bagi pelatih asal Belgia itu untuk membuktikan bahwa reputasinya di Belgia bukan kebetulan belaka.