Reza Arap Bangun 27 Sekolah di NTT Pakai Uang Pribadi, Baru Terungkap Lewat Cuitan di X

Penulis: Fauzan Arifin  •  Rabu, 16 September 2026 | 06:16:01 WIB
Reza Arap mengungkap telah membangun 27 sekolah di NTT melalui cuitan di X.

KUPANG — Reza Arap merinci jumlah sekolah yang sudah dibangunnya di wilayah NTT melalui cuitan di X. Ia menyebut totalnya mencapai 27 sekolah, dengan rincian 20 SD, empat SMP, dan tiga SMA.

"Ngomong-ngomong, saat ini saya sudah membangun total 27 sekolah di sekitar NTT. 20 SD, 4 SMP, dan 3 SMA. Tidak ada yang perlu dibanggakan karena saya sudah membangun banyak sekali," tulis Reza dalam cuitannya.

Pengakuan itu muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tidak ada konferensi pers, tidak ada kampanye donasi besar-besaran. Publik baru mengetahui setelah cuitan santai tersebut beredar.

Dana Pribadi, Tanpa Penggalangan Dana Sepeser pun

Reza menegaskan seluruh pembangunan sekolah itu dibiayai murni dari uang pribadinya. Ia tidak membuka donasi publik sama sekali untuk membiayai proyek tersebut.

"Oh ya, pakai uang pribadi, ya. Lain kali kalau ada yang tanya dari mana penggalangan dananya. Tidak," tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan soal sumber dana yang selama ini tidak pernah ia beberkan. Meski skala pembangunan 27 sekolah bukan angka kecil, Reza enggan menyebut detail nominal yang sudah dikeluarkannya.

Langkah ini membedakannya dari kebanyakan selebritas yang biasanya menggalang dana lewat platform crowdfunding untuk aksi sosial. Sampai sekarang, belum ada rincian lebih lanjut soal lokasi spesifik ke-27 sekolah tersebut maupun total dana yang telah dikeluarkan.

Bukan Aksi Pertama, Pernah Bantu Sekolah di Lampung

Pembangunan sekolah di NTT bukan aksi sosial pertama Reza. Sebelumnya, ia memberikan bantuan finansial untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan rumah singgah yang dikelola komunitas literasi Busa Pustaka di Lampung.

Bantuan itu merupakan hasil kolaborasi dengan Mang Adiono alias Mang Adi, yang fokus meningkatkan literasi dan pendidikan anak-anak di pelosok Lampung.

Pola ini menunjukkan Reza menyasar wilayah-wilayah terpencil yang sering luput dari perhatian pembangunan pendidikan arus utama. Bukan aksi sesekali untuk citra publik.

Enggan Publikasikan Rencana Berikutnya

Ditanya soal kemungkinan membangun lebih banyak sekolah di masa depan, Reza tidak menutup peluang itu. Namun ia tetap teguh pada prinsipnya untuk tidak mempublikasikan langkah tersebut.

"Mungkin. Dan jika iya, itu tidak akan dipublikasikan. Aku hanya bosan sekarang," pungkasnya.

Sikap Reza yang enggan mempromosikan aksi sosialnya jarang ditemukan di kalangan figur publik dengan jutaan pengikut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal lokasi maupun kelanjutan program pembangunan sekolah tersebut.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: balinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top