Komdigi Teken MoU Riset 6G dengan India, Berlaku Lima Tahun

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Rabu, 16 September 2026 | 17:49:01 WIB
Menteri Komdigi Meutya Hafid dan Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia menandatangani MoU riset teknologi telekomunikasi.

NUSA TENGGARA TIMUR — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Komunikasi India untuk menjajaki riset teknologi 6G. Kerja sama yang berlaku lima tahun sejak penandatanganan ini mencakup riset 4G dan 5G, penjajakan 6G, hingga quantum technology, dengan fokus awal pada pengembangan SDM dan komunikasi darurat bencana.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia menyepakati penandatanganan MoU di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi. Kesepakatan ini ditandatangani di tengah pengembangan jaringan 4G dan 5G di Indonesia yang masih terus berjalan.

MoU tersebut tidak hanya membahas 6G. Cakupannya meliputi riset 4G dan 5G, penjajakan 6G, serta teknologi masa depan seperti quantum technology dan komunikasi nirkabel mutakhir.

Apa Isi Kerja Sama Indonesia-India?

Kerja sama ini masih berada pada tahap riset, pengembangan teknologi, peningkatan kemampuan SDM, dan penjajakan penerapan. Kedua negara membuka akses bagi akademisi, peneliti, industri, serta perusahaan teknologi dan telekomunikasi untuk terlibat.

Bentuk keterlibatan tersebut mencakup riset bersama, pengembangan proyek, pelatihan, hingga kerja sama bisnis antar-entitas di kedua negara.

6G untuk Komunikasi Darurat Bencana

Salah satu pembahasan dalam MoU ini adalah pemanfaatan 6G untuk komunikasi darurat saat menghadapi bencana. Indonesia dan India akan mengeksplorasi sistem komunikasi yang mampu menjaga konektivitas ketika terjadi krisis atau bencana alam.

Pendekatan ini relevan bagi Indonesia yang berada di kawasan rawan gempa dan bencana hidrometeorologi. Jaringan generasi berikutnya diharapkan bisa menjadi lapisan cadangan ketika infrastruktur telekomunikasi konvensional terganggu.

Siapa yang Bisa Memakai 6G di Indonesia?

Pertanyaan soal pengguna 6G belum mengarah ke konsumen smartphone dalam waktu dekat. Kerja sama ini lebih dulu menyiapkan teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan sebelum jaringan generasi tersebut benar-benar dikembangkan.

Artinya, belum ada layanan 6G komersial yang bisa langsung dipakai pengguna Indonesia. Fokus saat ini adalah membangun fondasi riset dan kapasitas SDM telekomunikasi dalam negeri.

Indonesian-Indian Telco Dialogue Digelar Tiap Tahun

Untuk menjaga program tetap berjalan, kedua negara akan membentuk Indonesian-Indian Telco Dialogue yang digelar setiap tahun secara bergantian. Forum ini digunakan untuk mengevaluasi program, membahas kendala, dan menyusun kerja sama berikutnya.

MoU berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan dan bisa diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua negara. Belum ada informasi soal nilai investasi atau anggaran spesifik yang dialokasikan untuk program ini.

Posisi Indonesia di Peta 6G Global

Langkah Komdigi menandatangani MoU dengan India menempatkan Indonesia dalam jaringan kerja sama riset 6G lintas negara. India sendiri aktif mendorong pengembangan teknologi telekomunikasi generasi berikutnya sebagai bagian dari agenda digital nasionalnya.

Bagi pelaku industri telekomunikasi dan startup di Indonesia, kerja sama ini membuka peluang keterlibatan dalam proyek riset bersama dan pelatihan. Namun dampak komersialnya baru akan terasa dalam jangka menengah hingga panjang.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top