Data Center AI Meta di Cheyenne Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air Irigasi

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 21 September 2026 | 18:48:31 WIB
Kompleks data center AI Meta di Cheyenne diduga mencemari saluran air limbah dengan bakteri Cupriavidus gilardii.

NUSA TENGGARA TIMUR — Kompleks data center AI Meta di Cheyenne, Wyoming, diduga mencemari saluran air limbah kota dengan bakteri langka bernama Cupriavidus gilardii yang memiliki tingkat kematian 31,3 persen. Dewan Utilitas Publik Cheyenne mencabut izin pembuangan limbah fill-and-flush untuk seluruh pusat data setelah penyelidikan berbulan-bulan melacak sumber kontaminasi ke fasilitas Meta seluas 800.000 kaki persegi. Insiden ini menyoroti risiko lingkungan nyata dari ekspansi data center AI yang masif di Amerika Serikat.

Goat Systems LLC, perusahaan pusat data yang berafiliasi dengan Meta, dinyatakan melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan limbah industri Cheyenne. Perusahaan itu membanjiri saluran pembuangan air limbah setempat dengan cairan hasil pembersihan sistem pendingin yang mengandung Cupriavidus gilardii, patogen multidrug-resistant yang jarang ditemukan dalam air limbah.

Dewan Utilitas Publik Cheyenne merespons temuan itu dengan larangan menyeluruh terhadap metode pembuangan air fill-and-flush. Proses tersebut mengisi penuh sistem pendingin pusat data dengan air sebelum fasilitas mulai beroperasi untuk pertama kalinya.

Bagaimana Bakteri Mematikan Itu Terdeteksi

Frank Strong, manajer divisi teknik dan sumber daya air di Dewan Utilitas Publik Cheyenne, mengatakan bakteri tersebut pertama kali muncul saat pengujian rutin untuk mendeteksi kontaminasi tinja. Pihaknya butuh proses panjang untuk mengidentifikasi jenis patogen yang tidak lazim itu.

"Ini bukan sesuatu yang biasanya kami uji," ujar Strong kepada Wyoming Tribune Eagle.

Cupriavidus gilardii tercatat telah menyebabkan sepuluh kematian, termasuk tiga kasus pada anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Tinjauan terhadap 32 kasus infeksi sejak 2009 menunjukkan tingkat kematian sebesar 31,3 persen.

Meta Hentikan Pembuangan Limbah

Strong menyatakan pihaknya menghentikan operasi Goat Systems begitu mengetahui keberadaan bakteri dan sumber asalnya. Namun catatan pasti mengenai lokasi patogen di dalam fasilitas Meta belum diketahui.

Air limbah dari kompleks Meta seluas 800.000 kaki persegi di Cheyenne, yang masih dalam tahap pembangunan, tetap mengandung bakteri tersebut. Juru bicara Meta mengatakan perusahaan bekerja sama dengan kontraktor konstruksi Fortis untuk menyelesaikan masalah ini.

"Ketika pihak dewan menginformasikan adanya temuan zat tertentu dalam air limbah kota -- bukan pada pasokan air minum umum -- Fortis segera menghentikan pembuangan air limbah industri dan mulai mengangkutnya ke luar lokasi," kata juru bicara Meta kepada Cowboy State Daily.

Irigasi Kota Dihentikan Sementara

Sistem saluran pembuangan sanitasi Cheyenne mengalirkan limbah ke instalasi pengolahan kembali air yang memasok kebutuhan taman dan ruang terbuka hijau publik. Kota menghentikan sementara program pengolahan kembali air untuk pengujian tambahan.

"Kekhawatiran kami terkait sistem penggunaan kembali air ini adalah karena air tersebut diubah menjadi aerosol saat disemprotkan ke rumput, dan hal itu meningkatkan potensi risiko kesehatan," ujar Strong.

Hingga kini tidak ada laporan warga yang terjangkit bakteri tersebut akibat aktivitas pengisian dan pembilasan sistem Meta. Meski demikian, respons cepat pemerintah kota menunjukkan pengawasan ketat terhadap pusat data di seluruh Amerika Serikat semakin meningkat.

Tekanan Regulasi pada Industri Data Center AI

Insiden di Cheyenne memperkuat pola penolakan warga terhadap ekspansi data center AI yang mengonsumsi air dan energi dalam jumlah besar. Larangan fill-and-flush yang diberlakukan Cheyenne menjadi preseden bagi kota lain yang menghadapi tekanan serupa dari industri AI.

Meta belum mengumumkan jadwal penyelesaian konstruksi fasilitas Cheyenne maupun langkah remediasi lanjutan. Dewan Utilitas Publik Cheyenne akan mengevaluasi kembali izin pembuangan limbah setiap kompleks pusat data setelah pengujian tambahan selesai.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top