NAGEKEO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik dangkal mengguncang wilayah laut sebelah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Episenter berada di laut, berjarak 48 kilometer dari pusat kota Mbay.
Kedalaman hiposenter tercatat 6 kilometer. Angka itu menempatkan gempa ini dalam kategori dangkal, jenis yang biasanya menghasilkan guncangan lebih terasa di permukaan dibanding gempa berkedalaman besar.
Wilayah yang Merasakan Guncangan
Getaran dilaporkan muncul di tiga kabupaten dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang berbeda-beda. Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Sikka mencatat guncangan pada skala II-III MMI.
Skala II-III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu. Sementara itu, di Kabupaten Manggarai, guncangan tercatat lebih lemah pada skala II MMI.
Belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa dari ketiga wilayah tersebut. Warga Nagekeo yang merasakan guncangan diminta tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Data Masih Bisa Berubah
BMKG menegaskan informasi awal gempa ini mengutamakan kecepatan penyampaian. Hasil pengolahan data disebut belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data yang masuk.
Pembaruan parameter gempa biasanya menyusul setelah BMKG menyelesaikan analisis lanjutan. Warga dapat memantau kanal resmi BMKG untuk memperoleh data terbaru.
Nusa Tenggara Timur berada di jalur pertemuan lempeng yang aktif. Gempa dangkal berukuran kecil hingga menengah kerap tercatat di wilayah ini tanpa selalu berujung kerusakan.