NUSA TENGGARA TIMUR — Film pendek berjudul The Gifted memenangi edisi pertama kompetisi Future Vision XPRIZE yang digelar Google, XPRIZE, dan Range Media. Karya garapan sutradara Jeff Synthesized itu mengalahkan lebih dari 2.500 entri dari seluruh dunia dan membawa hadiah utama berupa investasi ekuitas senilai 2,5 juta dolar AS. Kemenangan ini sekaligus menandai babak baru bagi produksi film berbasis kecerdasan buatan di industri Hollywood.
Kompetisi Future Vision XPRIZE menyaring proyek film yang mengangkat peran teknologi dalam membentuk masa depan. The Gifted keluar sebagai juara usai dinilai oleh panel juri yang terdiri dari astrofisikawan Neil deGrasse Tyson, penulis fiksi ilmiah Neal Stephenson, Mira Lane, dan Rod Roddenberry.
Sebagai pemenang, The Gifted menerima investasi ekuitas 2,5 juta dolar AS untuk memproduksi versi panjangnya. Pengembangan dan produksinya didukung Range Media Partners bersama Google lewat inisiatif 100 ZEROS, ditambah 100.000 dolar AS tunai untuk pengembangan skenario.
Republic Film akan membuka kampanye investasi publik bagi film ini. Lewat skema itu, penggemar mendapat kesempatan menanamkan modal langsung ke produksi versi layar lebarnya.
The Gifted mengikuti kisah seorang anak lelaki yang membangun kembali sosok ibunya yang telah meninggal dari pesan teks, suara, dan buku harian sang ibu. Sosok yang terbangun dari data itu tidak pernah memberi perintah, ia hanya bertanya.
Empat film runner-up masing-masing menerima 100.000 dolar AS tunai, plus promosi unggulan serta kesempatan bertemu produser Hollywood dan tim Google. Berikut daftarnya:
Snap mempersembahkan SPECS Audience Choice Award senilai total 100.000 dolar AS yang ditentukan sepenuhnya lewat suara publik. The Gifted kembali keluar sebagai juara pertama dan meraih 50.000 dolar AS.
Pemilih disuguhi dua film sekaligus dan diminta memilih masa depan mana yang ingin mereka tinggali. Sistem berbasis Elo menyusun peringkat dari perbandingan head-to-head di antara 65 seleksi resmi.
Lima film dengan peringkat tertinggi:
SandboxAQ mensponsori hadiah 20.000 dolar AS bagi masing-masing film di sepuluh besar. Selain lima finalis, daftar itu diisi SOMEWHERE PAST MIDNIGHT karya Felix Roumagnac (Prancis), D.M.S. THE EMPTY SEAT karya Gentoku Yamada (Jepang), THE CLOUD RACER karya Joe Sill (AS), TOKAMAK karya Sonny Vadgama (Jerman), dan THE LIGHTSHIP karya Akina Yanagi (Jepang).
Format kompetisi yang menggabungkan pendanaan ekuitas, dukungan studio, dan voting publik ini memberi gambaran bagaimana proyek film berbasis AI mulai masuk jalur produksi arus utama, bukan lagi sekadar eksperimen teknologi.