FLORES TIMUR — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur Yosef Aloysius Babaputra menyatakan kepercayaan tersebut menuntut kesiapan kontingen, bukan sekadar kebanggaan daerah. Pembinaan yang dilakukan diarahkan membentuk generasi santri berkarakter Islami, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kecakapan keilmuan dan keterampilan sosial.
Penunjukan ini menjadikan Flores Timur sebagai satu-satunya kontingen yang mewakili NTT di ajang perkemahan tingkat nasional tersebut. Kemenag Flores Timur menyebut persiapan sudah berjalan, mulai dari koordinasi hingga penguatan keterampilan peserta.
Kemenag Flores Timur Sebut Penunjukan Buah Pembinaan Pesantren
Yosef menuturkan pembinaan dan pendampingan yang berjalan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menjadi dasar penunjukan itu. Menurutnya, upaya tersebut tidak berhenti pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh kemampuan kepemimpinan santri.
"Kita patut berbangga karena Flores Timur dipercaya dan ditunjuk oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menjadi bagian sebagai peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara tingkat Nasional yang mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Yosef kepada RRI, Kamis 24 September 2026.
Ia menyampaikan hal itu di Flores Timur, Kamis 24 September 2026. Penunjukan diberikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT sebagai bentuk kepercayaan terhadap pembinaan dan pengembangan pendidikan santri di Flores Timur.
Pengalaman Pramuka Madrasah Jadi Modal Santri
Persiapan kontingen tidak hanya mencakup koordinasi administratif. Kemenag Flores Timur juga memperkuat keterampilan dan pengembangan diri peserta melalui kegiatan pendidikan di pondok pesantren.
Pengalaman mengikuti Pramuka Madrasah tingkat kabupaten dinilai menjadi bekal awal bagi para santri. Kegiatan itu memberi pengalaman berinteraksi dan bekerja sama dengan peserta dari berbagai daerah.
Modal tersebut akan diuji saat kontingen Flores Timur bertemu santri dari provinsi lain dalam perkemahan nasional. Kemampuan adaptasi dan kerja sama menjadi salah satu hal yang dipersiapkan.
Pesan untuk Jaga Nama Baik Flores Timur dan NTT
Yosef berharap para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kemampuan diri. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Flores Timur dan NTT selama mengikuti kegiatan.
Keikutsertaan dalam perkemahan nasional diharapkan menjadi ruang bagi santri menunjukkan kemampuan dan potensi pendidikan pesantren Flores Timur. Pengalaman yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren setempat.