Gubernur NTT Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Regulasi, Perizinan, dan Perlindungan Produk Lokal

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:46:01 WIB
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan penguatan UMKM menjadi prioritas ekonomi daerah.

KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu prioritas ekonomi daerah. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut dukungan itu tidak berhenti pada seremoni, melainkan mencakup regulasi, kemudahan perizinan, perluasan pasar, hingga perlindungan hukum bagi produk unggulan.

FCE 2026 mengusung tema "Flobamorata Berkarya: Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan". Ajang ini mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, pembeli potensial, dan lembaga pembiayaan.

NTT Diminta Tak Berhenti Jadi Daerah Penghasil Komoditas

Gubernur Melki menekankan NTT tidak cukup hanya menjadi daerah penghasil komoditas. Produk lokal harus diolah dan dikembangkan hingga menembus pasar yang lebih luas.

Menurutnya, penguatan UMKM harus berjalan seiring upaya memberi nilai tambah terhadap komoditas unggulan NTT. Pemerintah daerah pun mendorong ekosistem usaha yang mencakup peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, perluasan pasar, dan peluang ekspor.

Perlindungan Hukum untuk Wastra dan Komoditas Unggulan

Selain penguatan ekonomi, Pemprov NTT berkoordinasi dengan Kementerian Hukum untuk mendorong perlindungan hukum terhadap produk wastra dan komoditas unggulan daerah. Langkah ini untuk mengantisipasi klaim, peniruan, maupun penyalahgunaan produk lokal yang punya nilai budaya dan ekonomi.

Koordinasi lintas kementerian itu menunjukkan perlindungan produk lokal tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah. Produk wastra NTT yang kaya motif dan nilai budaya menjadi salah satu yang paling rentan diklaim pihak lain.

Donasi UMKM dan Lelang Tenun untuk Korban Bencana Flores

FCE 2026 juga menjadi momentum solidaritas bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana. Kepedulian diwujudkan melalui donasi dari hasil penjualan produk UMKM serta lelang tenun.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas solidaritas tersebut. "Yang membuat FCE tahun ini semakin bermakna adalah semangat 'Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae' — bersama, saling peduli dan saling menguatkan untuk bangkit. Di tengah kita menggerakkan ekonomi, kita tidak boleh lupa saudara-saudara kita di Flores yang sedang menghadapi dampak bencana. Saya mengapresiasi solidaritas melalui donasi dari penjualan UMKM, lelang tenun khusus, dan QRIS ChariTree. Inilah NTT yang saya percaya: maju bukan dengan berjalan sendiri, tetapi dengan saling menguatkan," kata Gubernur.

Apa Langkah Selanjutnya bagi Pelaku UMKM NTT?

Pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan dukungan pemerintah dapat mengikuti program peningkatan kapasitas dan mengakses pembiayaan yang disiapkan pemda. Perluasan pasar lewat ajang seperti FCE menjadi jalur untuk bertemu pembeli dan lembaga pembiayaan.

Pemprov NTT belum merinci jadwal implementasi tiap program. Namun arah kebijakannya jelas: UMKM didorong naik kelas, produk lokal dilindungi, dan solidaritas sosial tetap jalan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top