Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Tak Berubah, Pertamax Turbo Tetap Rp19.600

Penulis: Hendra Setiawan  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:49:01 WIB
Harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak mengalami penyesuaian pada Oktober 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi tidak mengalami penyesuaian untuk Oktober 2026, dengan Pertamax Turbo masih dibanderol Rp19.600 per liter di wilayah PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta. Keputusan menahan harga diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh produk nonsubsidi, mulai Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, hingga Pertamina Dex.

Paragraf pembuka: VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan harga BBM nonsubsidi masih sama dengan periode sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis (1/10/2026), merespons kondisi pasar minyak yang bergejolak.

Pertamina menegaskan belum menyesuaikan harga terbaru BBM nonsubsidi untuk Oktober 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat.

Alasan Pertamina Menahan Harga

Kitty menjelaskan, penyesuaian harga tidak dilakukan karena perusahaan memprioritaskan daya beli konsumen di tengah ketidakpastian pasokan minyak mentah global.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan itu muncul di tengah gangguan pasokan minyak mentah yang membuat Kementerian ESDM tidak lagi mengandalkan lelang impor BBM. Situasi ini menambah tekanan pada harga energi global, namun Pertamina memilih menahan penyesuaian di tingkat konsumen.

Rincian Harga per 2 September 2026

Berdasarkan harga yang berlaku per 2 September 2026, Pertamax Turbo untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen — termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya — dibanderol Rp19.600 per liter. Harga itu naik dari sebelumnya Rp18.300 per liter.

Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, naik dari sebelumnya Rp16.600 per liter. Kenaikan serupa terjadi pada Dexlite yang kini Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700, dan Pertamina Dex yang melesat jadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150.

Dengan tidak adanya penyesuaian di Oktober 2026, seluruh harga tersebut masih berlaku hingga ada pengumuman resmi berikutnya dari Pertamina.

Dampak ke Konsumen dan Pelaku Usaha

Bagi pengguna kendaraan pribadi, khususnya pemilik mobil diesel dan kendaraan bermesin turbo, harga yang bertahan memberi kepastian biaya operasional bulanan. Pengendara di wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi merasakan langsung kebijakan ini.

Pelaku usaha logistik dan angkutan barang yang bergantung pada Dexlite dan Pertamina Dex juga terhindar dari kenaikan biaya bahan bakar pada periode ini. Namun, harga Dexlite yang sudah berada di Rp23.700 per liter tetap menjadi beban tersendiri dibandingkan awal tahun.

Pertamina mengingatkan konsumen agar tidak panik saat mengisi BBM di SPBU. Pastikan jenis bahan bakar sesuai spesifikasi kendaraan untuk menghindari kerusakan mesin.

Penutup: Keputusan menahan harga BBM nonsubsidi memberi ruang bagi konsumen dan pelaku usaha untuk menyesuaikan anggaran di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Namun, dengan gangguan pasokan minyak mentah yang masih berlangsung, penyesuaian harga sewaktu-waktu tetap mungkin dilakukan jika kondisi pasar berubah signifikan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top