MANGGARAI BARAT — Bantuan disalurkan lewat kerja sama dengan pemerintah daerah, menyasar salah satu fondasi utama pemulihan pascabencana, yakni layanan kesehatan. Prasarana yang diberikan mencakup rawat jalan, persalinan, hingga pelayanan gawat darurat bagi warga di wilayah pelayanan puskesmas.
Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, menyebut pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana sebagai prioritas utama yang memberi kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit.
"Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap Fani.
Pemulihan layanan kesehatan tidak berhenti di Manggarai Barat. Revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo disiapkan untuk memastikan warga mendapat layanan kesehatan dasar secara optimal.
Posyandu yang direvitalisasi akan menangani pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, hingga pemantauan kesehatan remaja dan lansia.
Langkah pemulihan ini melanjutkan pendampingan yang sudah berjalan sejak masa tanggap darurat. Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat menyalurkan bantuan kebutuhan dasar secara bertahap berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin kepada warga terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka (17-19/8).
Kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid memperkuat penyaluran bantuan langsung, mencakup perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, dan perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian. Warga juga menerima paket makanan bergizi setiap hari selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih bagi yang mengalami keterbatasan akses pascabencana.
General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani menegaskan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas produktif.
"Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya," ujar Rina.
Di sisi lingkungan, Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia dan Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia menanam 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo (5/10).
Penanaman menjadi bagian rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo. Mangrove berperan sebagai pelindung pesisir, penyimpan karbon biru, sekaligus habitat biota di kawasan yang menjadi rumah bagi komodo, satwa endemik Indonesia.
Kegiatan melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, serta SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo dan Desa Komodo. Rehabilitasi diharapkan mendorong kesadaran dan partisipasi warga dalam merawat lingkungan pesisir.