SUMBA TENGAH — TNI Angkatan Darat resmi menempatkan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 930/Toda Tebi secara permanen di Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Penempatan satuan ini bertujuan memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mempercepat pembangunan daerah di pelosok kepulauan.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan kunjungan kerjanya merupakan bentuk penghormatan dan dukungan penuh negara kepada para prajurit muda yang mendapat kehormatan bertugas pertama kali di wilayah Sumba Tengah.
Dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026), Sjafrie menekankan bahwa fasilitas yang diterima prajurit berasal dari rakyat melalui negara.
"Pangkalan dan tempat pengabdian ini diberikan oleh rakyat melalui negara. Tugas kalian adalah membuktikan pengabdian terbaik untuk membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI!" tegas Sjafrie Sjamsoeddin.
Sjafrie juga berpesan agar seluruh jajaran prajurit terus memelihara jiwa korsa dan mempererat soliditas sebagai benteng perekat bangsa di wilayah kepulauan.
"Kalian adalah prajurit Bhinneka Tunggal Ika! Di dalam batalyon ini tidak ada lagi suku-suku, semua menyatu menjadi satu kesatuan Tentara Nasional Indonesia. Pegang teguh slogan Batalyon 'Setia, Tangguh, Wibawa'. Jangan hanya diucapkan di mulut, tapi buktikan dengan keandalan menembak, beladiri, patroli, serta kesiapan menjalankan fungsi teritorial pembangunan!" lanjutnya.
Selain memiliki kualifikasi utama pertahanan negara, Yonif TP disiapkan dengan kualifikasi ganda (dual-function). Keahlian yang dimiliki mencakup bidang pertanian, peternakan, kesehatan, hingga konstruksi.
Batalyon ini juga dibekali peralatan modern guna membantu mengatasi kesulitan masyarakat setempat serta mengawal percepatan proyek infrastruktur daerah. Kualifikasi ganda tersebut membuat satuan ini tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan, tetapi juga terlibat langsung dalam pembangunan di Sumba Tengah.
Sjafrie mengingatkan bahwa keberadaan TNI harus membawa dampak positif yang nyata dan dirasakan langsung oleh warga sekitar. Ia menyebut rakyat sebagai orang tua para prajurit yang telah menyerahkan mereka kepada negara.
"Rakyat adalah orang tua kalian yang telah menyerahkan kalian kepada negara. Seluruh pakaian, perlengkapan, dan pangkalanmu berasal dari rakyat. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jaga disiplin, patuhi komando pimpinan, dan buat masyarakat di sekelilingmu merasa aman serta nyaman atas kehadiran Batalyon ini," pungkas Menhan.
Penempatan permanen Yonif TP 930/Toda Tebi di Katikutana menjadi pijakan awal bagi satuan ini menjalankan fungsi teritorial pembangunan di Sumba Tengah. Warga setempat kini menantikan dampak langsung kehadiran batalyon, mulai dari pendampingan pertanian, layanan kesehatan, hingga percepatan proyek infrastruktur di daerah kepulauan tersebut.