SIKKA — Letkol Arm Denny Riesta Permana menyoroti maraknya praktik percaloan yang memanfaatkan harapan calon peserta dan keluarganya. Praktik itu dinilainya tidak boleh mendapat ruang di tengah masyarakat Sikka.
Penerimaan Bintara PK dan Tamtama PK menjadi dua jalur yang paling sering disalahgunakan oknum. Dandim meminta seluruh personel memahami mekanisme rekrutmen agar mampu memberi informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mengapa Calo Rekrutmen TNI AD Berbahaya bagi Warga Sikka
Calo menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang. Janji semacam itu tidak memiliki dasar karena seleksi prajurit dilaksanakan secara transparan dan terbuka.
Keluarga calon prajurit menjadi pihak paling rentan. Mereka kerap menyerahkan uang dalam jumlah besar demi memastikan anaknya lolos, tanpa menyadari bahwa kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta.
Larangan Tegas untuk Personel Kodim 1603/Sikka
Dandim mengingatkan personelnya agar tidak terlibat percaloan dalam bentuk apa pun. Mereka juga dilarang memberikan janji kelulusan kepada calon peserta.
Penyalahgunaan nama institusi TNI untuk kepentingan pribadi menjadi poin lain yang ditekankan. Setiap informasi soal penerimaan prajurit harus disampaikan lewat jalur resmi.
Jalur Informasi Resmi Jadi Kunci Cegah Penipuan
Masyarakat diminta memperoleh pemahaman mengenai persyaratan dan tahapan seleksi hanya dari sumber resmi. Jalur ini memastikan informasi yang diterima akurat dan tidak menyesatkan.
Melalui pengarahan Jam Komandan, Dandim berharap seluruh personel Kodim 1603/Sikka menjadi sumber informasi yang benar bagi masyarakat. Personel juga didorong berperan aktif mencegah praktik penipuan berkedok rekrutmen TNI AD.
Dengan begitu, generasi muda Sikka yang memiliki tekad dan kemampuan dapat mengikuti seleksi secara jujur, percaya diri, dan sesuai ketentuan yang berlaku.