MAUMERE — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka memastikan kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Palue tetap berlangsung meski sejumlah ruang kelas rusak akibat gempa. Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah mendistribusikan bantuan tenda darurat agar siswa tetap belajar di luar ruangan.
Plt Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, menyatakan bahwa kerusakan fasilitas pendidikan menjadi kendala utama pelaksanaan KBM di wilayah tersebut.
"Sebagai solusi jangka pendek, kami telah mendistribusikan bantuan tenda darurat agar siswa tetap belajar di luar ruangan," ujar Patrisius kepada Ekora NTT pada Rabu, 23 September 2026.
Dua Sekolah Belum Bisa Gelar KBM Normal
Dinas PKO mencatat dua satuan pendidikan, yakni SDK Nitung dan SD Awa, belum bisa menggelar kegiatan belajar mengajar secara normal. Penyebabnya adalah akses jalan yang masih rusak dan ruang kelas yang rusak berat.
Pemerintah telah menginstruksikan pihak sekolah untuk menerapkan skema pembelajaran normal terbatas. Siswa yang tinggal di area aman dan terjangkau tetap mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
"Bagi murid yang belum bisa ke sekolah karena sejumlah ruas jalan yang rusak dan tidak dapat akses serta bangunan ruang kelas rusak berat, mereka belajar dari rumah dengan penugasan terstruktur," ujar Patrisius.
PAUD dan TK Diminta Belajar Jarak Jauh
Kecamatan Palue memiliki 18 satuan pendidikan yang terdiri dari tiga unit PAUD, satu TK, 12 SD, dan dua SMP. Untuk jenjang PAUD dan TK, Dinas PKO meminta pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh dari rumah.
"Pembelajaran untuk jenjang PAUD dan TK kami minta dilaksanakan secara jarak jauh dari rumah," kata Patrisius.
Total peserta didik di Kecamatan Palue mencapai ribuan siswa, terdiri atas 3.211 siswa PAUD, 5.035 siswa TK, 33.973 siswa SD, dan 32.570 siswa SMP.
Ratusan Fasilitas Sekolah Rusak akibat Gempa
Dinas PKO mencatat ratusan fasilitas sekolah di Kabupaten Sikka rusak akibat gempa bumi. Kerusakan meliputi 48 bangunan TK/PAUD, 187 SD, dan 41 SMP.
Pihaknya masih menunggu rincian kerusakan dari tim penilai. Tim Politeknik Kupang yang diturunkan Kementerian Pendidikan masih melakukan asesmen.
"Tim Politeknik Kupang yang diturunkan Kementerian Pendidikan masih melakukan asesmen. Kami masih menunggu hasil resminya untuk mengetahui berapa jumlah pasti sekolah yang masuk kategori rusak ringan, sedang, maupun berat," kata Patrisius.
Waspadai Gempa Susulan
Pemerintah mengingatkan bahwa potensi gempa susulan masih ada meski status tanggap darurat telah dicabut. Kepala sekolah, tenaga pendidik, dan peserta didik diminta selalu berhati-hati.
"Saya harapkan kepada seluruh kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan serta peserta didik selalu berhati-hati. Pastikan seluruh sarana dan prasarana kelas dalam kondisi aman dan baik baru bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar," ujar Patrisius.