Pencarian

Relawan Nusantara Jangkau 20.636 Keluarga Pascagempa Flores di 5 Kabupaten NTT

Kamis, 17 September 2026 • 11:16:01 WIB
Relawan Nusantara Jangkau 20.636 Keluarga Pascagempa Flores di 5 Kabupaten NTT

KUPANG — Gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 meninggalkan kerusakan luas di Nusa Tenggara Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tujuh kabupaten terdampak dengan 77.912 rumah rusak per 24 Agustus, terdiri dari 24.597 rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan dan dinyatakan berakhir pada pagi hari yang sama.

Hingga awal September, pendataan dan verifikasi kerusakan masih berjalan. Relawan Nusantara bergerak di lima kabupaten terdampak: Nagekeo, Sikka, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.

Air Bersih Jadi Kebutuhan Paling Mendesak di Hari-Hari Awal

Pada masa awal bencana, kebutuhan paling dasar menjadi prioritas: air minum, makanan, tempat istirahat, dan perlengkapan bertahan hidup. Relawan Nusantara bersama mitra dan donatur menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Ada keluarga yang membutuhkan air untuk memasak. Anak-anak tetap memerlukan makanan bergizi. Bayi membutuhkan perlengkapan dasar. Sebagian keluarga harus tidur dengan alas seadanya setelah rumah mereka rusak.

Bantuan yang tampak sederhana menjadi penopang bagi mereka yang kehilangan banyak hal.

12 Titik Sekolah Darurat dan 51 Ruang Kelas Dibangun

Gempa turut mengganggu aktivitas pendidikan di wilayah terdampak. Data BNPB dan sistem pemantauan pendidikan menunjukkan kerusakan satuan pendidikan masih menjadi bagian dari proses pemulihan.

Relawan Nusantara merespons melalui 12 titik sekolah darurat dengan 51 ruang kelas dalam proses pembangunan. Perlengkapan pendidikan berupa alat tulis kantor (ATK) juga disalurkan.

Bagi anak-anak, sekolah bukan sekadar tempat belajar. Sekolah adalah ruang bertemu teman, bermain, dan merasakan kehidupan mulai berjalan kembali.

4 Titik Layanan Kesehatan dan 5 Titik Layanan Psikososial

Pemulihan tidak terlepas dari kesehatan. Relawan Nusantara menghadirkan 4 titik layanan kesehatan dan 5 titik layanan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Dukungan psikososial diperlukan karena bencana meninggalkan lebih dari kerusakan fisik. Rasa takut, kehilangan, dan perubahan hidup sehari-hari menjadi pengalaman yang harus dilalui penyintas.

Kebutuhan bayi, anak-anak, dan kelompok rentan diperhatikan melalui penyaluran Baby Kit, PMT, obat-obatan, dan perlengkapan dasar lainnya.

Masjid Darurat dan Ruang Bersama untuk Warga

Di beberapa wilayah, kebutuhan masyarakat menyentuh ruang-ruang kehidupan bersama. Relawan Nusantara mendukung pembangunan masjid darurat sebagai upaya menghadirkan kembali ruang ibadah dan berkumpul.

Setelah bencana, yang perlu dibangun kembali bukan hanya bangunan. Ada ruang untuk beribadah, berkumpul, berbicara, dan saling menguatkan yang juga bagian dari kehidupan masyarakat.

Lima Kabupaten, Kebutuhan yang Berbeda

Setiap wilayah memiliki cerita dan kebutuhan berbeda. Di satu tempat masyarakat membutuhkan air bersih. Di tempat lain keluarga membutuhkan bahan pangan. Ada anak-anak yang membutuhkan ruang belajar sementara.

Relawan Nusantara memastikan bantuan tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Proses pemulihan berlanjut seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, dari tempat berlindung hingga aktivitas sosial yang perlahan berjalan kembali.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: relawannusantara.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks