Pencarian

Alwi Farhan Kecewa Gagal ke Final Asian Games 2026: Otot Sudah Tidak Bisa Dipaksa

Senin, 28 September 2026 • 16:17:31 WIB
Alwi Farhan Kecewa Gagal ke Final Asian Games 2026: Otot Sudah Tidak Bisa Dipaksa
Alwi Farhan kalah 0-2 dari Kunlavut Vitidsarn di semifinal bulu tangkis tunggal putra Asian Games 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Alwi Farhan menelan kekalahan 0-2 (13-21, 15-21) dari Kunlavut Vitidsarn di semifinal bulu tangkis tunggal putra Asian Games 2026, Senin (28/9). Kekalahan itu mengubur ambisinya melaju ke partai puncak, meski ia tetap membawa pulang medali perunggu. Tunggal putra Indonesia berusia 21 tahun itu mengaku tubuhnya sudah kelelahan dan ototnya tak bisa dipaksa lagi.

Duel berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Alwi sebenarnya mampu mengimbangi permainan Vitidsarn di awal setiap gim, tetapi mulai kedodoran pada poin-poin akhir. Pola itu terulang di gim pertama maupun kedua.

Kekuatan Otot Jadi Penentu di Poin-Poin Kritis

Alwi mengakui perlawanan yang ia rancang tidak berjalan sesuai rencana. Pemain asal Surakarta itu merasa kekuatan fisiknya sudah di batas maksimal, terutama saat reli panjang memasuki fase krusial.

"Saya sudah mencoba dan saya sudah memaksa tubuh saya, tapi saya rasa tubuh saya benar-benar kelelahan hari ini sehingga tidak bisa berjuang," ucap Alwi dalam rilis PBSI.

Ia menyebut beberapa gerakan di lapangan sudah tidak bisa dieksekusi dengan maksimal. Fighting spirit, kata Alwi, tetap ia tunjukkan sepanjang pertandingan.

"Saya rasa saya perlu menunjukkan fighting spirit, tapi tadi beberapa kali ada gerakan-gerakan yang rasanya otot memang sudah tidak bisa dipaksa," ujar pemuda 21 tahun tersebut.

Kekecewaan yang Tetap Diterima dengan Lapang

Meski kecewa, Alwi memilih tidak mengeluh. Ia bersyukur atas hasil yang sudah diraih dan menerima kenyataan bahwa penampilannya hari itu tidak sesuai harapan.

"Tapi saya tidak mau mengeluh dengan apa yang sudah ada. Saya cukup berterima kasih apapun hasilnya. Harus saya terima. Walaupun jujur, saya kecewa dengan penampilan hari ini."

Medali perunggu tetap menjadi miliknya. Di cabang bulu tangkis Asian Games, tidak ada perebutan tempat ketiga untuk tunggal putra, sehingga pemain yang kalah di semifinal otomatis mendapat perunggu. Alwi berbagi medali itu bersama Yoo Tae Bin.

Target Dua Emas Belum Tercapai, Fokus Kini ke Evaluasi

Alwi menjadikan kekalahan ini sebagai bahan refleksi. Ia bertekad memperbaiki kekuatan fisik dan mental agar mampu bersaing di level teratas pada ajang-ajang berikutnya.

"Ini menjadi bagian evaluasi bagi saya. Dengan apapun kondisinya, apapun tantangannya saya harus bisa mengatasi. Saya harus mencoba lebih kuat, lebih belajar," kata Alwi.

Target pribadinya di Asian Games 2026 memang belum terpenuhi. Alwi menyebut dirinya membidik dua emas, namun hasil di Ichinomiya belum mengikuti skenario tersebut.

"Ke depannya masih banyak hal yang perlu saya kejar. Sebenarnya targetnya dua emas, tapi belum tercapai. Masih ada kesempatan lagi untuk empat tahun ke depan, semoga Tuhan memberikan saya kesempatan."

Jalan Masih Panjang untuk Tunggal Putra Indonesia

Hasil ini menambah catatan evaluasi bagi sektor tunggal putra Indonesia di panggung Asian Games. Alwi masih berusia 21 tahun dan punya ruang berkembang menuju siklus olimpiade serta Asian Games berikutnya.

Fokus berikutnya adalah membenahi kondisi fisik dan ketahanan otot, dua hal yang ia sebut sebagai penyebab utama kegagalan di semifinal. Dengan pengalaman bertanding di level Asia, Alwi berpeluang kembali bersaing di empat tahun mendatang.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks