Pencarian

Jonatan Christie Kecewa Gagal Sumbang Poin di Perempatfinal Asian Games 2026

Selasa, 22 September 2026 • 16:18:01 WIB
Jonatan Christie Kecewa Gagal Sumbang Poin di Perempatfinal Asian Games 2026
Jonatan Christie mengembalikan shuttlecock dalam partai pertama perempatfinal beregu putra Asian Games 2026 melawan Leong Jun Hao.

NUSA TENGGARA TIMUR — Jonatan Christie menelan kekalahan tiga gim dari Leong Jun Hao di partai pertama perempatfinal beregu putra Asian Games 2026, Selasa (22/9/2026). Hasil 22-20, 12-21, 17-21 membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari Malaysia dan memperberat langkah tim menuju semifinal.

Bertanding sebagai tunggal pertama di lapangan, Jonatan yang akrab disapa Jojo sempat membuka harapan lewat gim pembuka. Ia menang 22-20 setelah duel ketat, tetapi Leong Jun Hao berbalik menguasai dua gim berikutnya dengan 21-12 dan 21-17.

Kekalahan itu menempatkan Indonesia dalam posisi tertinggal 0-1 dari Malaysia di babak perempatfinal. Partai-partai berikutnya wajib dimenangi jika tim beregu putra ingin menjaga peluang melaju ke semifinal.

Jonatan Akui Tak Berani Agresif di Poin Krusial

Usai laga, Jonatan mengaku sangat kecewa karena tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai penyumbang poin. Ia menilai penampilannya di awal pertandingan sebenarnya berjalan cukup baik sebelum lawan berbalik percaya diri.

"Ekspektasi dari diri sendiri pastinya pengen dapat poin untuk Indonesia dan saya kecewa dengan hasil ini. Tapi saya sudah melakukan yang terbaik," kata Jonatan melalui federasi, Selasa (22/9/2026).

Jonatan menyebut dirinya sempat mencoba bangkit dan menekan balik Leong. Beberapa momen berhasil, namun ia mengakui kurang berani mengambil keputusan agresif saat poin-poin krusial.

"Saya coba untuk fight back, coba nge-push dia lagi dan beberapa momen berhasil tapi kembali lagi di poin-poin yang krusial, saya kurang berani memutuskan untuk lebih agresif," ujarnya.

Kondisi Lapangan Panas dan Bola Melambat

Faktor non-teknis turut memengaruhi jalannya pertandingan. Jonatan menyebut suhu di dalam arena cukup panas dan laju shuttlecock terasa lebih lambat dibanding biasanya.

Kondisi itu memaksanya bermain rally panjang dan menguras power serta stamina. Ia menilai situasi tersebut menjadi pembeda dibanding pertemuan terakhirnya melawan Leong di China Masters.

"Kondisi dan suasana di dalam cukup panas, laju bola juga sedikit agak lambat jadi memang harus banyak menggunakan power, harus banyak menggunakan stamina," kata Jonatan.

"Tadi dituntut untuk main rally, dituntut untuk bermain power juga. Itu yang sedikit membedakan dengan pertandingan terakhir lawan Leong di China Masters kemarin," ujarnya menambahkan.

Beban Indonesia di Partai Sisa

Kekalahan di partai pembuka membuat para pemain Indonesia di nomor berikutnya tidak punya ruang untuk kesalahan. Setiap partai kini berstatus wajib menang demi menjaga asa lolos ke babak semifinal beregu putra.

Bagi Jonatan, hasil ini menjadi catatan evaluasi tersendiri. Ia sudah menyatakan telah memberikan yang terbaik, meski mengakui ketenangan di poin-poin akhir masih jadi pekerjaan rumah.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks