Pencarian

DJPb Catat Penyaluran KUR di NTT Tembus Rp2,36 Triliun ke 46.848 Debitur hingga Agustus 2026

Rabu, 30 September 2026 • 15:11:31 WIB
DJPb Catat Penyaluran KUR di NTT Tembus Rp2,36 Triliun ke 46.848 Debitur hingga Agustus 2026
Kepala Kanwil DJPb NTT Budi Setyawan menyampaikan capaian penyaluran KUR di Kupang, Rabu.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai Rp2,36 triliun kepada 46.848 debitur hingga 31 Agustus 2026. Kota Kupang menjadi wilayah dengan penyaluran terbesar, yakni Rp291,31 miliar ke 3.443 debitur. Sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi dengan nilai Rp1.120,98 miliar atau 47,39 persen dari total penyaluran.

KUPANG — Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT Budi Setyawan menyampaikan capaian pembiayaan tersebut di Kupang, Rabu. Menurutnya, angka itu menunjukkan aktivitas usaha masyarakat NTT masih dinamis dan akses pembiayaan terus meningkat.

"Penyaluran KUR sampai dengan 31 Agustus 2026 telah mencapai lebih dari Rp2,3 triliun kepada hampir 47.000 pelaku usaha. Ini menunjukkan aktivitas usaha masyarakat NTT masih cukup dinamis dan memiliki akses pembiayaan yang terus meningkat," kata Budi.

Pernyataan itu disampaikan terkait dukungan APBN terhadap pelaku usaha melalui penyaluran pembiayaan program KUR di Provinsi NTT.

Kota Kupang Jadi Penyumbang Terbesar Penyaluran KUR

Penyaluran KUR terbesar berada di Kota Kupang dengan nilai Rp291,31 miliar kepada 3.443 debitur. Budi menyebut Kota Kupang masih menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di NTT.

Besarnya penyaluran itu, menurut dia, menunjukkan pembiayaan produktif telah menjangkau pelaku usaha di berbagai wilayah NTT.

"Kalau kita lihat angka jumlah debitur yang 46.848, kita bisa melihat bahwa pelaku usaha memperoleh manfaat pembiayaan produktif," katanya.

Sektor Perdagangan Kuasai Hampir Separuh Penyaluran KUR

Sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran KUR dengan nilai Rp1.120,98 miliar atau 47,39 persen dari total. Angka itu menempatkan perdagangan sebagai penggerak utama UMKM di NTT.

"Hampir separuh KUR disalurkan ke sektor perdagangan. Ini juga menunjukkan aktivitas perdagangan masih menjadi penggerak utama UMKM di NTT," kata Budi.

Skema KUR Mikro dan Bank BRI Dominasi Realisasi

Penyaluran KUR dengan skema Mikro mencapai Rp1.730,88 miliar kepada 44.401 debitur. Dominasi skema ini menunjukkan program tersebut menjangkau pelaku usaha kecil di NTT.

Dari sisi penyalur, Bank BRI menjadi yang terbesar dengan realisasi Rp1,95 triliun kepada 42.930 debitur.

UMKM NTT Masih Jadi Motor Perekonomian Daerah

Budi menilai penyaluran KUR tidak hanya menjadi pembiayaan bagi pelaku usaha. Program itu juga mendukung penguatan kemampuan usaha masyarakat serta membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh.

"UMKM NTT masih menjadi motor perekonomian daerah. Selain memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, UMKM juga membuka peluang pelaku usaha untuk tumbuh," katanya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks