Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Nusa Tenggara Timur menjangkau 35.439 debitur dengan nilai Rp198,14 miliar hingga akhir Agustus 2026. Angka itu naik dari realisasi 31 Mei 2026 yang baru Rp147,97 miliar kepada 26.219 debitur. PT Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur terbesar dengan Rp165,91 miliar untuk 30.190 debitur.
KUPANG — Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT Budi Setyawan menyampaikan capaian itu di Kupang, Rabu. Menurut dia, penyaluran UMi merupakan bagian dari dukungan APBN untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro di wilayah tersebut.
"Per 31 Agustus 2026, pembiayaan ini telah menjangkau lebih dari 35.000 pelaku usaha. Ini menunjukkan banyak pelaku usaha ultra mikro yang telah mengakses pembiayaan," kata Budi.
Skema Kelompok Dominasi Penyaluran UMi
Pembiayaan UMi paling banyak disalurkan lewat skema kelompok dengan nilai Rp195,48 miliar kepada 35.228 debitur. Skema ini menempatkan penerima manfaat dalam kelompok usaha bersama, bukan pinjaman perorangan.
PT PNM tercatat sebagai penyalur terbesar dengan realisasi Rp165,91 miliar kepada 30.190 debitur. Sisanya disalurkan melalui lembaga penyalur lain yang bermitra dengan pemerintah.
Manggarai Jadi Wilayah Penyaluran Terbesar
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Manggarai menempati posisi teratas dengan penyaluran Rp20,03 miliar kepada 3.516 debitur. Manggarai Timur menyusul dengan Rp17,92 miliar, disusul Ngada Rp14,38 miliar dan Sikka Rp14,01 miliar.
Sejumlah kabupaten lain juga mencatat penyaluran signifikan. Manggarai Barat Rp13,93 miliar, Belu Rp11,93 miliar, dan Sumba Barat Rp10,63 miliar. Penyaluran terendah tercatat di Kabupaten Sumba Tengah dengan Rp1,21 miliar.
Sektor Perdagangan Kuasai 89,86 Persen Pembiayaan
Secara sektoral, penyaluran UMi didominasi perdagangan besar dan eceran dengan nilai Rp178 miliar atau 89,86 persen dari total. Artinya, hampir sembilan dari sepuluh rupiah pembiayaan UMi di NTT mengalir ke pedagang dan pelaku usaha ritel.
Budi menilai pembiayaan UMi memperlihatkan dukungan pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, termasuk yang berada di berbagai wilayah NTT.
"Perkembangan ini menunjukkan semakin banyak pelaku usaha ultra mikro di NTT yang memperoleh akses pembiayaan melalui program UMi," ujarnya.
Target hingga Akhir Tahun
DJPb berharap hingga akhir tahun semakin banyak pelaku usaha ultra mikro di NTT yang memperoleh akses pembiayaan melalui program UMi. Tambahan pembiayaan itu diharapkan mendukung pengembangan usaha masyarakat di provinsi berbasis kepulauan tersebut.