NUSA TENGGARA TIMUR — CJ ENM resmi menjalin kemitraan jangka panjang dengan MBC Group untuk menghadirkan hub berlabel TVing di layanan streaming Shahid, memperluas jangkauan konten Korea ke kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Kesepakatan yang diumumkan di MIPCOM Cannes ini mencakup lebih dari 13 judul baru yang dijadwalkan rilis sepanjang 2026, plus 20 judul dari pustaka CJ ENM. Semua judul baru itu akan tayang di Shahid bersamaan dengan perilisan di Korea.
Kesepakatan tersebut memperluas hubungan pasokan konten yang sudah terjalin antara kedua perusahaan, mencakup layanan streaming sekaligus televisi linear. Hub khusus itu akan menampilkan pilihan program terkurasi dari CJ ENM, platform streaming TVing, dan sejumlah studio produksi Korea lainnya.
Daftar Judul yang Masuk Paket Kemitraan
Barisan judul yang tercakup dalam kesepakatan ini mencakup sederet drama dan variety show terbaru. Di antaranya ada komedi romantis My Bias, My Boss yang baru tayang, lalu The Legend of Kitchen Soldier, Filing for Love, The Judge Returns, dan Our Universe.
Selain judul baru, puluhan judul dari pustaka lama CJ ENM turut disertakan, dengan jumlah pilihan yang akan bertambah seiring berjalannya kemitraan. Untuk program tertentu, Shahid menyediakan dubbing dan subtitle Bahasa Arab agar lebih mudah diakses penonton lokal.
Simulcast dan Jendela Eksklusif di MBC4
Semua judul baru dalam perjanjian ini bisa disaksikan di Shahid bersamaan dengan penayangan di Korea. Artinya, penonton di Timur Tengah dan Afrika Utara bisa mengikuti episode baru tanpa jeda jauh dari tanggal rilis aslinya.
Kesepakatan ini juga menyentuh sisi televisi linear. Sejumlah judul CJ ENM akan tayang di kanal MBC4 dengan jendela eksklusif berdurasi terbatas. Jadwal penayangannya baru akan diumumkan kemudian.
Soal nilai finansial, durasi pasti perjanjian, dan tanggal peluncuran hub TVing belum dibuka ke publik.
Kata Kedua Pihak Soal Kemitraan
Sebastian Kim, VP dan head of content distribution business unit CJ ENM, menyebut langkah ini sebagai pencapaian berarti. "Memperluas kolaborasi kami tahun ini untuk meluncurkan ruang berlabel TVing, setelah perjanjian pasokan konten tahun lalu, adalah pencapaian berarti yang sekali lagi menegaskan daya saing dan potensi pertumbuhan konten Korea di Timur Tengah," ujarnya.
Ia menambahkan, lewat hub TVing di MBC Shahid, penonton di Timur Tengah bisa mengakses konten Korea premium dengan lebih mudah dan nyaman.
Dari sisi MBC, Tareq Alibrahim, director of MBC1, MBC Drama, dan MBC Shahid content, menyatakan kemitraan ini mempertemukan dua perusahaan dengan ambisi yang sama. "Kemitraan ini menyatukan dua perusahaan dengan ambisi yang sama: membawa cerita lokal yang hebat ke audiens jauh di luar pasar asalnya," katanya.
Alibrahim menilai CJ ENM berperan besar dalam mendunia-kan hiburan Korea, sementara MBC Group punya koneksi kuat dengan penonton di kawasan MENA. Peluncuran ruang TVing di MBC Shahid, ditambah konten Korea di kanal televisi mereka, dinilai memperkuat kualitas hiburan yang bisa ditawarkan ke penonton Arab.
Langkah CJ ENM Memperluas TVing ke Pasar Global
Perjanjian dengan MBC ini melanjutkan upaya CJ ENM memperluas jangkauan internasional TVing lewat mitra streaming yang sudah mapan. Sebelumnya, koleksi TVing diluncurkan di Disney+ Jepang pada November lalu, disusul hub berlabel di HBO Max untuk 17 pasar Asia Pasifik pada Januari, termasuk sejumlah negara Asia Tenggara, Taiwan, dan Hong Kong.
CJ ENM juga memperluas kemitraan dengan Prime Video milik Amazon pada Juli, lewat kesepakatan membawa lebih dari 100 judul Korea ke layanan tersebut di India selama dua tahun. Sejumlah kalangan di industri Asia kini berspekulasi bahwa TVing berpotensi diluncurkan sebagai layanan mandiri di pasar-pasar utama dunia.
Bagi MBC, tambahan konten Korea ini memperkuat strategi mereka menghadirkan program internasional ke penonton Arab, baik lewat layanan streaming maupun siaran televisi.