KUPANG — Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur mencatat produksi garam rakyat di 14 kabupaten penghasil sepanjang 2025 mencapai 20.542,20 ton. Angka itu naik dari 15.793,63 ton pada 2024, atau tumbuh sekitar 30,07 persen.
Selain garam rakyat, produksi garam industri yang dikelola pihak swasta di NTT tercatat 49.595,36 ton berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kombinasi keduanya menempatkan NTT sebagai salah satu pemasok utama garam nasional di luar Jawa.
Iklim Panas Panjang Jadi Modal Utama
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Stefania Tunga Boro menilai musim kemarau panjang di wilayah itu menjadi faktor pendorong utama kenaikan produksi. Menurut dia, kondisi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Melihat kondisi iklim panas NTT yang cukup panjang menjadi potensi dan peluang untuk pengembangan garam. Karena itu, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dikembangkan teknologi pemodelan tambak garam dengan target produktivitas mencapai 200 ton per hektare," kata Stefania di Kupang.
Teknologi pemodelan tambak garam yang dikembangkan bersama KKP ditargetkan mampu mendongkrak produktivitas hingga 200 ton per hektare. Angka itu jauh di atas rata-rata produksi tambak rakyat konvensional di sejumlah daerah.
Rote Ndao Simpan Lahan Potensial 10.000–13.000 Hektare
Kabupaten Rote Ndao disebut sebagai wilayah dengan potensi terbesar. Perkiraan lahan yang bisa dikembangkan untuk tambak garam di sana mencapai 10.000 hingga 13.000 hektare.
Pengembangan kawasan tersebut berjalan lewat program Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) dengan target hingga 2.000 hektare. Pelaksanaannya dibagi beberapa tahap.
Tahap pertama seluas 616 hektare sudah selesai. Tahap kedua seluas 751 hektare masih berjalan. Sisa target akan menyusul pada tahap berikutnya.
NTT Salah Satu dari 10 Provinsi SEGAR
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2023 tentang Sentra Ekonomi Garam Rakyat, NTT masuk daftar 10 provinsi pengembangan SEGAR. Penetapan itu memperkuat posisi NTT dalam peta produksi garam nasional.
Empat belas kabupaten di NTT tercatat sebagai penghasil garam, yakni Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, Malaka, Sumba Timur, Lembata, Flores Timur, Nagekeo, Ende, Manggarai, Alor, Belu, dan Timor Tengah Selatan.
Dorong Swasembada Garam 2027
Kebutuhan garam nasional mencapai sekitar lima juta ton per tahun. Sekitar 2,6 juta ton di antaranya masih dipenuhi lewat impor, sehingga ruang bagi produksi dalam negeri masih terbuka lebar.
Stefania menyebut kenaikan produksi 2025 menjadi modal bagi NTT untuk memperkuat kontribusinya. Pengembangan tambak garam di daerah itu dinilai berpeluang menekan ketergantungan impor sekaligus mendukung target swasembada garam pada 2027.