KUPANG — Kompetisi bergengsi bagi atlet bertalenta khusus itu mempertandingkan tujuh cabang olahraga di sejumlah arena Kota Kupang. Kuota Indonesia untuk SOWG 2027 melonjak tiga kali lipat dibanding ajang sebelumnya di Berlin pada 2023.
Ketua Umum PP Special Olympics Indonesia (SOIna) Warsito Ellwein menyebutkan lonjakan kuota ini menjadi peluang besar bagi para atlet.
"Indonesia memperoleh kuota sebanyak 76 orang untuk SWOG 2027 di Chile. Ini meningkat tiga kali lipat dibanding ajang sebelumnya di Berlin pada 2023," ujar Warsito di Kupang, Rabu, 14 Oktober 2026.
588 Atlet Putra dan 423 Atlet Putri Rebutkan 1.027 Medali
Dari total 1.011 atlet, sebanyak 588 di antaranya putra dan 423 putri. Mereka memperebutkan 1.027 medali yang terdiri dari 333 emas, 333 perak, dan 361 perunggu.
Seluruh peserta bersama offisial berjumlah 1.788 orang. Kota Kupang menjadi tuan rumah dengan persiapan lintas arena yang tersebar di beberapa lokasi.
Tujuh Cabang Olahraga Digelar di Lima Arena Kota Kupang
Ketua Panitia Pesonas II NTT 2026, Reny Marlina Un, merincikan cabang yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bulu tangkis, atletik, senam ritmik, bocce, tenis meja, dan renang.
Pertandingan disebar di GOR Flobamora, Stadion Oepoi, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, hingga Pitoby Sport Center.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menekankan pentingnya pelayanan ekstra bagi seluruh peserta selama gelaran berlangsung.
"Kalian berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi dalam lingkungan yang mendukung. Saya minta panitia dan pihak terkait berikan pelayanan terbaik, baik di lokasi pertandingan maupun penginapan," tegas Melki saat menyemangati para atlet.
Wasit dan Juri Diminta Pimpin Laga Secara Profesional
Melki juga berpesan agar para wasit dan juri memimpin pertandingan secara jujur dan adil. Ia mengimbau kontingen memanfaatkan waktu untuk menikmati keramahan Kota Kupang.
Pesonas II NTT 2026 menjadi ruang pembuktian bahwa keterbatasan bukan penghalang menembus level dunia. Para atlet yang tampil terbaik berpeluang memperkuat kontingen Indonesia di Santiago, Chile, tahun depan.