Wali Kota Kupang Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Air Bersama FPSDAT Periode 2026-2028

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 03:01:16 WIB
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menerima audiensi pengurus FPSDAT periode 2026–2028 di Rumah Jabatan Wali Kota.

KUPANG - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung gerakan kolaboratif pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (FPSDAT) Kota Kupang periode 2026–2028 yang dipimpin oleh Ketua Roddialek Pollo, S.P., M.P., di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Pertemuan strategis ini menjadi momentum awal penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjawab tantangan krisis air yang kian kompleks di wilayah tersebut. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif forum yang menghimpun berbagai unsur, mulai dari pakar lingkungan hingga komunitas peduli air.

Dukungan Fasilitas dan Komitmen Pemerintah Kota

Wali Kota Kupang menyatakan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang memiliki konsentrasi pada pelestarian alam. Menurutnya, pertumbuhan kota harus dimulai dari kemauan untuk mendengar masukan dari berbagai pihak, terutama para praktisi dan akademisi yang memahami persoalan teknis di lapangan.

“Saya percaya, pertumbuhan dimulai dari kemauan untuk mendengar. Pemerintah Kota Kupang membuka ruang selebar-lebarnya untuk kolaborasi. Apa pun yang bisa kita kerjakan bersama di 2026, mari kita wujudkan,” ujar dr. Christian Widodo di hadapan pengurus forum.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Kupang siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program FPSDAT, mulai dari fasilitasi kegiatan, dukungan logistik, hingga penyediaan ruang sekretariat bagi forum. Ia menginstruksikan jajarannya untuk selalu responsif terhadap kebutuhan forum demi kelancaran kerja-kerja konservasi air di Kota Kupang.

“Kalau ada kebutuhan, langsung komunikasikan. Prinsip saya jelas: harus komunikatif, responsif, dan kita support penuh. Ini kerja-kerja baik yang harus kita dorong bersama demi kepentingan masyarakat banyak,” tegas Wali Kota.

Pendekatan Ilmiah dan Konservasi Daerah Aliran Sungai

Ketua FPSDAT Kota Kupang, Roddialek Pollo, menjelaskan bahwa forum ini merupakan inisiatif masyarakat yang menghimpun berbagai pemangku kepentingan untuk membantu pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air. Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana ini menekankan bahwa tantangan air di Kupang tidak bisa diselesaikan secara sektoral atau hanya oleh satu instansi saja.

“Kami hadir untuk membantu pemerintah. Forum ini berisi berbagai unsur, dari ilmuwan, praktisi, hingga komunitas. Semua bergerak bersama untuk satu tujuan: menjaga keberlanjutan air melalui pendekatan kolaboratif berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi aktif masyarakat,” jelas Roddialek.

Ia juga menyoroti pentingnya langkah preventif seperti konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan penguatan kebijakan berbasis lingkungan. Hal ini dipandang krusial untuk menghadapi potensi krisis air yang diprediksi akan semakin parah dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada intervensi serius dari sekarang.

Dalam audiensi tersebut, hadir pula jajaran pakar dan pejabat daerah, di antaranya Dr. Ir. Ludji Michael Riwu Kaho, M.Si selaku Pengarah Forum, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Setda Kota Kupang yang akan mengawal implementasi program di lapangan.

Capaian Aksi Nyata dan Program Biopori di 10 Kelurahan

Wakil Sekretaris FPSDAT, Ani Talan, memaparkan sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan forum bahkan sebelum pengukuhan resmi. Salah satu program unggulannya adalah penanaman ratusan pohon di kawasan DAS dan pengembangan lubang biopori di 10 kelurahan sebagai upaya "menanam air" ke dalam tanah.

“Kami tidak hanya bicara konsep, tetapi sudah bergerak di lapangan. Dari sekitar 270 pohon yang ditanam di area strategis, tingkat keberhasilannya mencapai lebih dari 90 persen. Ini menunjukkan bahwa dengan perawatan yang tepat, penghijauan kembali kawasan resapan air sangat mungkin dilakukan,” ungkap Ani.

Selain penanaman pohon, forum juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya konservasi air di tingkat rumah tangga serta mengajak warga proaktif melaporkan kebocoran jaringan air bersih. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal sosial yang kuat bagi forum untuk memperluas jangkauan dampaknya di masa depan.

Sebagai penutup audiensi, disepakati bahwa pengukuhan pengurus FPSDAT Kota Kupang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Wali Kota Kupang secara khusus mengusulkan agar prosesi pelantikan digelar di Aula Rumah Jabatan sebagai simbol dukungan penuh dan pengakuan resmi pemerintah terhadap gerakan penyelamatan sumber daya air ini.

Reporter: Redaksi
Back to top