Bupati Kupang Luncurkan Bantuan Pangan untuk 53.800 Warga di Amarasi

Penulis: Fauzan Arifin  •  Senin, 04 Mei 2026 | 20:27:01 WIB

KUPANG — Pemerintah Kabupaten Kupang resmi memulai penyaluran bantuan pangan dan Gerakan Pasar Murah (GPM) untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Peluncuran program strategis ini dipusatkan di Kelurahan Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, sebagai respons konkret terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok yang membebani rumah tangga.

Langkah intervensi ini menyasar 53.800 warga di seluruh wilayah Kabupaten Kupang yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Pemerintah daerah berupaya memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga, sekaligus menekan laju inflasi di tingkat kabupaten yang kerap dipicu oleh kenaikan harga komoditas dasar.

Bupati Kupang, Yosef Lede, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjawab tantangan ekonomi pasca pandemi. Menurutnya, bantuan tersebut tidak sekadar distribusi logistik, melainkan bagian dari skema perlindungan sosial bagi warga yang paling terdampak kondisi ekonomi global.

Sinergi Lintas Sektor Tekan Fluktuasi Harga Pangan

Keberhasilan penyaluran bantuan pangan di wilayah NTT sangat bergantung pada koordinasi antarinstansi. Yosef Lede menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga lembaga penyedia logistik seperti Perum BULOG agar program berjalan efektif.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama sesuai arahan Presiden. Kerja kolaborasi ini harus bermanfaat dan tepat sasaran agar kesulitan yang dihadapi masyarakat perlahan dapat teratasi," tegas Yosef Lede saat memberikan sambutan di Kelurahan Sonraen.

Pemerintah Kabupaten Kupang berharap distribusi ini mampu menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan adanya Gerakan Pasar Murah, warga dapat mengakses bahan pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini.

Inovasi Distribusi Jemput Bola Jangkau Wilayah Pelosok

Salah satu tantangan utama di Kabupaten Kupang adalah akses geografis yang cukup sulit menuju wilayah pelosok. Mengatasi hal tersebut, Perum BULOG menerapkan sistem distribusi "jemput bola" untuk memastikan bantuan sampai langsung ke tangan masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.

Bupati memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi distribusi tersebut. Pola jemput bola dinilai sangat membantu warga di Amarasi Selatan yang memiliki keterbatasan akses transportasi menuju pusat logistik di kota. Efisiensi distribusi menjadi kunci utama agar bantuan tidak tertahan di gudang.

Inovasi ini juga meminimalkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan warga untuk menjemput bantuan. Dengan mendekatkan titik distribusi ke pemukiman, pemerintah memastikan bahwa esensi bantuan pangan untuk meringankan beban finansial benar-benar terwujud secara utuh.

Target 53.800 Penerima dan Keberlanjutan Program

Data 53.800 penerima manfaat di Kabupaten Kupang telah melalui proses verifikasi agar bantuan tidak tumpang tindih. Pemerintah daerah memastikan bahwa mereka yang terdata adalah warga yang benar-benar membutuhkan intervensi pangan secara mendesak.

Selain penyaluran bantuan berupa beras atau bahan pokok lainnya, Gerakan Pasar Murah yang digelar secara simultan diharapkan mampu menstabilkan harga di tingkat pedagang eceran. Kehadiran pasar murah berfungsi sebagai instrumen pengendali harga agar spekulan tidak memainkan harga di tengah tingginya permintaan.

Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen terus memantau perkembangan harga pangan di pasar-pasar tradisional secara berkala. Langkah lanjutan akan diambil jika ditemukan anomali harga yang signifikan, termasuk dengan memperluas jangkauan Gerakan Pasar Murah ke kecamatan lain di wilayah NTT.

Reporter: Fauzan Arifin
Back to top