FLORES TIMUR — PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Timur melakukan rangkaian pemeliharaan infrastruktur kelistrikan untuk memastikan keandalan sistem transmisi 70kV Flores dalam kondisi prima. Fokus utama pekerjaan ini menyasar Gardu Induk (GI) Ropa sebagai titik krusial distribusi energi di wilayah tersebut.
Pekerjaan teknis yang dilaksanakan pada Kamis (30/04) ini meliputi penggantian komponen stringset dan isolator support pada Phasa R dan T Bay GT#1. Langkah preventif ini diambil berdasarkan hasil evaluasi teknis yang menunjukkan adanya potensi risiko gangguan jika komponen lama tetap dipertahankan.
Manager ULTG Flores Timur, Bayu Kurniawan, menjelaskan bahwa respons cepat terhadap setiap penurunan performa peralatan menjadi prioritas tim di lapangan. Penggantian komponen di GI Ropa dilakukan untuk menjamin kontinuitas pasokan listrik agar tidak terjadi kendala distribusi ke masyarakat maupun sektor industri.
“Kami merespons cepat setiap penurunan performa peralatan. Dengan komponen yang diperbarui, kami menjamin kontinuitas pasokan listrik tetap terjaga, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang produktif bagi tim kami,” jelas Bayu.
Proses pemeliharaan ini dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari pengamanan sistem melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang presisi hingga penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setelah penggantian selesai, tim melakukan pengujian menyeluruh sebelum sistem dinormalisasi kembali ke jaringan transmisi.
Selain menjaga stabilitas rutin, penguatan infrastruktur di Gardu Induk Ropa memiliki dimensi strategis dalam peta jalan transisi energi di NTT. Keandalan transmisi menjadi syarat mutlak agar energi dari berbagai pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Pulau Flores dapat terserap secara optimal.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa infrastruktur transmisi yang kuat berfungsi sebagai "jalan tol" bagi distribusi energi hijau. Tanpa sistem transmisi yang stabil, integrasi energi dari sumber panas bumi atau tenaga surya akan sulit dilakukan.
“Kita sedang bergerak menuju Net Zero Emission. Infrastruktur transmisi yang andal adalah ‘jalan tol’ bagi energi hijau. Jika transmisinya kuat, maka integrasi energi dari panas bumi atau tenaga surya ke dalam sistem Flores akan semakin stabil,” ujar Eko.
Momentum pengerjaan infrastruktur ini bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional. Bagi PLN, dedikasi para petugas di lapangan merupakan aset utama dalam menjaga kedaulatan energi di wilayah Nusa Tenggara Timur, terutama di area dengan risiko kerja tinggi.
Eko memberikan apresiasi tinggi atas profesionalisme para pegawai yang tetap bekerja di hari libur demi kepentingan publik. Menurutnya, kompetensi dan integritas pekerja adalah mesin utama di balik nyalanya listrik di rumah-rumah warga dan operasional industri di Flores.
“Pekerjaan di GI Ropa ini adalah bukti nyata bahwa kompetensi dan integritas pekerja kami adalah aset paling berharga dalam menjaga kedaulatan energi di NTT,” pungkas Eko.