KUPANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengambil langkah strategis untuk memodernisasi infrastruktur kesehatan daerah dengan mengajukan sejumlah usulan prioritas kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Usulan tersebut mencakup pengadaan teknologi medis mutakhir hingga penyediaan hunian bagi dokter spesialis.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menyampaikan langsung usulan tersebut dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta, Kamis lalu. Fokus utama pertemuan ini adalah memperpendek jarak pelayanan medis spesialis agar warga Kupang tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk penanganan darurat.
“Kami datang membawa kebutuhan nyata masyarakat Kota Kupang. Pemkot Kupang ingin memastikan pelayanan kesehatan semakin dekat, cepat, modern, dan mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat saat ini,” kata Serena dalam keterangannya.
Salah satu poin krusial yang diajukan adalah pengadaan Cath Lab (laboratorium kateterisasi) untuk menangani pasien penyakit jantung. Fasilitas ini rencananya akan didukung dengan penambahan ruang ICCU di RSUD S.K. Lerik guna memperkuat penanganan kasus darurat kardiovaskular di wilayah Kupang dan daerah penyangga di sekitarnya.
Selain layanan rumah sakit, Pemkot Kupang juga mendorong penambahan puskesmas baru di wilayah Kecamatan Kelapa Lima. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar seiring dengan meningkatnya populasi penduduk di kawasan tersebut.
Peningkatan infrastruktur fisik di RSUD S.K. Lerik juga menjadi perhatian. Pemkot mengusulkan rehabilitasi ruang radiologi serta perbaikan fasilitas lift rumah sakit untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pasien saat mengakses layanan medis.
Tidak hanya soal alat kesehatan, Pemkot Kupang juga mengusulkan pembangunan rumah medis spesialis dan mes paramedis. Fasilitas hunian ini dirancang sebagai bagian dari strategi daerah untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan tenaga kesehatan yang bertugas di Kupang.
Dari sisi peningkatan kapasitas, Serena menekankan pentingnya pelatihan khusus bagi tenaga medis yang bertugas di ruangan cytotoxic. Ruangan ini memerlukan kompetensi tinggi dan standar keamanan ketat dalam penanganan pasien tertentu.
“Kami ingin pembangunan kesehatan di Kota Kupang berjalan merata dan berkelanjutan. Karena pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal gedung dan alat, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, kepastian, dan harapan bagi masyarakat,” ucap Serena menegaskan.
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menyambut positif inisiatif yang diajukan oleh jajaran Pemkot Kupang. Kemenkes menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan teknis maupun anggaran guna meningkatkan kualitas layanan, baik di tingkat puskesmas maupun di RSUD S.K. Lerik.
Dukungan dari pemerintah pusat ini diharapkan dapat mempercepat transformasi sistem kesehatan di NTT menjadi lebih inklusif. Sinergi antara pusat dan daerah ini menjadi kunci utama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah timur Indonesia.