NUSA TENGGARA TIMUR — Pada tahun 2025, Tesla Cybertruck mencatat penurunan penjualan yang paling signifikan dibandingkan model kendaraan listrik lainnya di AS. Berdasarkan data yang ada, penjualan Cybertruck merosot sekitar 48% dalam satu tahun, menjadikannya kendaraan listrik dengan penurunan terbesar.
Beberapa faktor menyumbang penurunan ini. Pertama, pemerintah AS mengurangi insentif pajak federal untuk pembelian kendaraan listrik, dari sebelumnya $7.500. Hal ini membuat banyak keluarga mempertimbangkan kembali keputusan untuk membeli EV, terutama dengan harga rata-rata kendaraan baru yang terus meningkat.
Selain itu, ketidakpuasan terhadap desain dan kualitas pembangunan Cybertruck turut memperburuk citranya. Meskipun desainnya menarik perhatian, banyak pengemudi melaporkan masalah kualitas yang menimbulkan keraguan untuk membeli kendaraan ini. Hubungan Elon Musk dengan pemerintahan Trump juga menjadikan Cybertruck sebagai simbol politik yang kurang menarik bagi konsumen yang mendukung kendaraan listrik.
Sementara Cybertruck mengalami penurunan, beberapa kendaraan listrik lainnya, seperti Chevrolet Silverado EV, justru menunjukkan peningkatan penjualan. Data menunjukkan bahwa penjualan Silverado EV meningkat dari tahun sebelumnya, menunjukkan adanya permintaan yang kuat untuk model-model lain di segmen kendaraan listrik.
Penurunan penjualan Cybertruck berdampak negatif bagi pemiliknya. Banyak pemilik Tesla melaporkan mengalami perundungan dan vandalisme terhadap kendaraan mereka, menjadikan kepemilikan Cybertruck terasa lebih sebagai beban. Selain itu, biaya asuransi untuk Cybertruck meningkat secara signifikan, menambah tekanan finansial bagi pemiliknya.
Dengan penurunan penjualan yang tajam ini, Cybertruck menghadapi tantangan besar untuk memulihkan citranya dan menarik kembali minat konsumen. Meskipun awalnya populer, reputasi buruk dan faktor eksternal lainnya dapat menghambat upaya Tesla untuk kembali ke jalur pertumbuhan di segmen kendaraan listrik.