LARANTUKA — Warga binaan Rutan Kelas IIB Larantuka tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga keterampilan hidup yang aplikatif. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Flores Timur mengintegrasikan pembinaan keagamaan dengan pelatihan pertanian melalui konsep ekoteologi, sebuah pendekatan yang menekankan tanggung jawab manusia dalam merawat lingkungan dan memanfaatkan alam secara bijak.
Program ini diwujudkan melalui pendampingan penyuluh agama Katolik yang mengajarkan warga binaan membuat pupuk organik serta mengelola kebun sayur. Hasilnya, tiga kebun di lingkungan Rutan Larantuka kini produktif dan sayurannya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan sehari-hari.
Bekal Keterampilan untuk Masa Depan Warga Binaan
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, menegaskan bahwa kehadiran instansinya bukan hanya dalam bentuk ceramah, melainkan pendampingan yang menyentuh kebutuhan dasar manusia. Menurutnya, keterampilan membuat pupuk organik dan berkebun adalah bekal nyata yang bisa digunakan warga binaan setelah bebas nanti.
"Kami mengapresiasi Rutan Kelas IIB Larantuka yang bersama Kementerian Agama telah mewujudkan program ekoteologi secara nyata. Warga binaan tidak hanya mendapat pembinaan rohani, tetapi juga belajar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, termasuk sayuran untuk kebutuhan konsumsi di rutan," kata Yosef dalam keterangannya di Kupang, Rabu.
Pembinaan yang Lebih Manusiawi di Rutan
Kepala Rutan Kelas IIB Larantuka, Jaka Putra Manurung, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menilai pelatihan tersebut membantu pihaknya membangun sistem pembinaan yang lebih bermanfaat bagi para penghuni rutan yang berjumlah sekitar 120 orang.
"Kami berterima kasih kepada Kementerian Agama yang terus hadir melalui pembinaan dan penyuluhan. Pelatihan pembuatan pupuk organik dan pengelolaan kebun ini sangat membantu kami membangun pembinaan yang lebih bermanfaat dan manusiawi," ujar Jaka.
Perjanjian Kerja Sama Diperbarui
Sebagai tindak lanjut, Kantor Kemenag Flores Timur dan Rutan Kelas IIB Larantuka memperbarui perjanjian kerja sama. Kesepakatan ini menjadi dasar hukum untuk melanjutkan program pembinaan keagamaan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan warga binaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang holistik, di mana aspek spiritual dan kemandirian ekonomi berjalan beriringan bagi warga binaan.