KUPANG — Manajemen PLN Pusat dan UIW NTT bergerak cepat melakukan verifikasi dan pendataan terhadap seluruh personel yang tengah menjalani tugas operasional di sejumlah titik di Nusa Tenggara Timur. Hasilnya, tidak ada satu pun pekerja yang dilaporkan mengalami cedera atau berada dalam situasi membahayakan. Proses pemantauan dilakukan secara real-time melalui sistem komunikasi internal perusahaan yang terintegrasi dengan posko lapangan.
Langkah pertama yang diambil tim gabungan adalah mencocokkan daftar nama pekerja yang bertugas dengan laporan dari masing-masing koordinator lapangan. Proses ini melibatkan data dari unit pelaksana di tingkat kabupaten hingga kecamatan. Setiap koordinator diwajibkan melaporkan kondisi anak buahnya setiap dua jam sekali selama masa tanggap darurat.
“Kami memastikan seluruh personel yang bertugas di lapangan telah kembali dengan selamat. Data dari semua rayon sudah kami terima dan tidak ada yang terlewat,” ujar perwakilan UIW NTT dalam keterangan resminya.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi bantahan terhadap kabar yang sempat beredar di grup-grup pesan instan maupun media sosial mengenai dugaan adanya pekerja yang tertinggal atau terluka. PLN menyadari bahwa informasi yang tidak diverifikasi bisa memicu keresahan keluarga pekerja dan warga sekitar lokasi kejadian. Oleh karena itu, data resmi langsung dirilis dalam waktu kurang dari 24 jam setelah insiden terjadi.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Semua perkembangan terkait keselamatan pekerja akan disampaikan melalui kanal resmi perusahaan dan media mitra.
Ke depannya, PLN berencana mengevaluasi prosedur keselamatan kerja dan memperkuat sistem komunikasi darurat di daerah rawan bencana atau insiden teknis. Evaluasi ini dijadwalkan rampung dalam dua pekan ke depan dan hasilnya akan diintegrasikan ke dalam standar operasional perusahaan di seluruh Indonesia.