NUSA TENGGARA TIMUR — Pelemahan ini terjadi meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat ke level 6.217 pada sesi yang sama. Kondisi itu mencerminkan pergerakan yang kontras antara pasar saham dan pasar valuta asing di Indonesia.
Bagi pelaku bisnis dan investor yang hendak melakukan transaksi valas, selisih kurs antarbank perbankan nasional masih cukup lebar. Berikut rincian kurs jual-beli dolar AS di tiga bank utama per pukul 09.38 WIB, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masing-masing institusi.
BCA menawarkan kurs e-Rate untuk transaksi melalui kanal digital dengan spread yang relatif ketat. Untuk pembelian, e-Rate beli dipatok Rp 17.878 per dolar AS, sementara e-Rate jual di level Rp 17.898. Artinya, selisih beli-jual hanya 20 poin.
Untuk transaksi tunai di kantor cabang atau melalui transfer (TT Counter), kurs jual melonjak ke Rp 17.940, sedangkan kurs beli di Rp 17.690. Kondisi serupa juga berlaku untuk transaksi bank notes.
BCA juga menyediakan special rate untuk nasabah dengan nominal transaksi tertentu. Namun, persyaratan dan threshold-nya perlu dikonfirmasi langsung ke cabang terkait.
Bank Mandiri menawarkan kurs jual dolar AS di level Rp 17.940 melalui TT Counter, sama dengan BCA. Sementara itu, kurs beli di Mandiri lebih rendah, yakni Rp 17.640 per dolar AS.
Untuk transaksi bank notes, Mandiri mematok kurs beli Rp 17.625 dan kurs jual Rp 17.925. Spread antara kurs beli dan jual di Mandiri tergolong lebar, mencapai 300 poin untuk TT Counter dan 300 poin untuk bank notes.
Kurs special rate di Mandiri berlaku untuk transaksi di atas 25.000 dolar AS (ekivalen). Nasabah yang hendak bertransaksi dalam jumlah besar disarankan menghubungi cabang terlebih dahulu untuk mendapatkan kurs yang mengikat.
Dari tiga bank, BNI menawarkan kurs jual dolar AS yang paling rendah. Untuk TT Counter, kurs jual BNI dipatok Rp 17.925, lebih murah 15 poin dibanding BCA dan Mandiri. Sementara kurs beli di BNI berada di Rp 17.625.
Untuk transaksi bank notes, BNI mematok kurs beli Rp 17.625 dan kurs jual Rp 17.925. Artinya, spread beli-jual di BNI untuk bank notes hanya 300 poin, sama dengan Mandiri.
Perlu dicatat, seluruh kurs yang tercantum merupakan kurs indikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi berlangsung. Nasabah juga wajib memenuhi ketentuan penyampaian dokumen underlying sesuai regulasi Bank Indonesia untuk transaksi valas dalam jumlah tertentu.
Pelemahan rupiah ke Rp 17.864 memperkuat sinyal bahwa tekanan eksternal masih dominan. Bagi importir, biaya pengadaan barang dalam dolar AS semakin mahal. Sebaliknya, eksportir mendapatkan keuntungan dari nilai tukar yang lebih tinggi saat mengonversi pendapatan dolar mereka ke rupiah.
Bagi investor, pergerakan kurs yang volatil menjadi pertimbangan penting dalam alokasi aset, terutama untuk portofolio yang memiliki eksposur valas. Selisih kurs antarbank yang mencapai puluhan hingga ratusan poin juga perlu diperhitungkan dalam biaya transaksi harian.