12 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas NTT: Dari Tenun Ikat Eksotis hingga Kopi Bajawa, Wajib Dibawa Pulang dari Labuan Bajo

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 19:33:01 WIB
Tenun ikat NTT menampilkan keindahan warisan budaya dengan teknik pewarnaan unik.

Berbekal rekomendasi dari kanal YouTube @dekranasdaprovinsintt6520, berikut ini oleh-oleh yang bisa Anda dapatkan saat bertandang ke Labuan Bajo dan berbagai wilayah di NTT.

Tenun Ikat: Warisan Budaya yang Tak Mudah Ditiru

Kain tenun ikat bukan sekadar pakaian. Ia adalah warisan budaya yang proses pembuatannya rumit, yakni dengan teknik mengikat benang sebelum pewarnaan dan penenunan. Setiap helai menyimpan nilai seni tinggi yang sulit ditiru. Di NTT, terdapat beragam jenis tenun ikat, mulai dari tenun ikat Sumba, tenun ikat Sikka, tenun ikat Manggarai, hingga tenun ikat Rote.

Kopi Flores Bajawa hingga Kopi Timor: Cita Rasa Ekspor dari Pegunungan NTT

NTT juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas ekspor. Beragam jenis biji kopi tumbuh subur di daerah pegunungan. Kopi Flores Bajawa misalnya, memiliki rasa khas perpaduan karamel dengan aroma cokelat dan kacang. Ada pula Kopi Flores Manggarai dengan rasa kompleks, Kopi Flores Ruteng dengan perpaduan cokelat dan gula aren, Kopi Arabika Timor yang earthy, Kopi Arabika Sumba yang lebih ringan, serta Kopi Robusta Timor dengan karakter bold dan kuat.

Gantungan Kunci Komodo hingga Tas Etnik: Souvenir Ikonik Multifungsi

Gantungan kunci berbentuk komodo menjadi souvenir paling populer, terutama di Labuan Bajo. Dibuat dari kayu, resin, logam, tenunan, hingga anyaman khas Flores, bentuknya yang lucu dan unik menjadikannya simbol oleh-oleh wajib. Sementara itu, tas etnik NTT dibuat dari perpaduan kain tenun ikat, kulit, kanvas, ataupun anyaman rotan. Setiap bentuknya selalu menarik secara visual dan multifungsi.

Seluruh produk ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menyimpan cerita, tradisi, dan identitas dari masyarakat NTT. Jadi, pastikan Anda menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas ini sebelum meninggalkan tanah Flores.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top