KUPANG — Kegembiraan Iduladha tahun ini terasa berbeda bagi warga Kelurahan Merdeka di pelosok Kabupaten Kupang. Bagi mereka, daging sapi yang diterima bukan sekadar lauk pauk, melainkan simbol kepedulian dari umat Islam di Jakarta yang jaraknya ribuan kilometer.
Program kolaborasi perdana antara Masjid Jenderal Sudirman dan Dompet Dhuafa ini memilih Kelurahan Merdeka dengan alasan khusus. Wilayah ini menjadi tempat tinggal bagi banyak keluarga eks Timor Timur yang memutuskan memeluk Islam dan membentuk komunitas mualaf yang terus bertumbuh.
Salah seorang penerima manfaat, Nafilah (39), mengaku sangat bersyukur. Ia bersama suami dan enam anaknya telah menetap di Desa Merdeka selama 18 tahun setelah berasal dari Timor Leste. Keluarga ini sehari-hari bekerja sebagai petani dan mengaku daging sapi merupakan sajian istimewa yang jarang bisa dinikmati.
"Kalau daging sapi biasanya hanya saat Iduladha. Jadi kami sangat bersyukur karena ada tambahan lauk untuk keluarga. Terima kasih banyak karena telah peduli kepada kami," kata Nafilah kepada Dompet Dhuafa, dalam keterangan yang diterima di Kupang.
Nafilah menceritakan bahwa ia dan keluarganya menjadi mualaf sejak tahun 2020. Keputusan itu murni berasal dari keinginan sendiri. "Menurut kami Islam itu indah. Setelah masuk Islam rasanya nyaman," tuturnya.
Meski dihuni oleh banyak keluarga mualaf, kehidupan di Kelurahan Merdeka justru dikenal sangat toleran. Ustaz Kasim Dosantos, tokoh agama setempat, menjelaskan bahwa warga nonmuslim di wilayah itu turut mendukung pembangunan musala dan kegiatan mengaji.
"Saudara kami nonmuslim di sini juga mendukung kami dalam membangun Musala, kegiatan mengaji, dan TPQ. Sebaliknya, kami juga mendukung mereka dalam kegiatan keagamaan mereka. Kami hidup sangat bertoleransi," ungkapnya.
Menurut Ustaz Kasim, mayoritas warga Muslim di wilayahnya adalah mualaf dari keluarga eks Timor Timur yang bekerja sebagai petani. Mereka mengolah sawah dan lahan kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perwakilan Partnership Dompet Dhuafa, M Kamil Zidan, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Masjid Jenderal Sudirman ini merupakan langkah penting untuk memperluas manfaat kurban. Selain NTT, penyaluran hewan kurban juga dilakukan di Jawa Timur, Lampung, dan Aceh.
"Di Nusa Tenggara Timur, penyaluran difokuskan pada masyarakat di wilayah yang banyak dihuni oleh eks warga Timor Timur. Tim Dompet Dhuafa menyaksikan langsung antusiasme dan kebahagiaan masyarakat dalam menerima hewan kurban," ujar Kamil.
Ia menambahkan bahwa penyaluran ke Aceh menjadi prioritas karena wilayah tersebut terdampak bencana pada awal tahun 2026. "Semoga setiap hewan kurban yang disalurkan menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya serta menjadi wasilah keberkahan bagi para donatur dan keluarganya," pungkasnya.