KUPANG — BPS NTT mengeluarkan data 10 besar daerah dengan capaian IPM tertinggi di provinsi berbasis kepulauan itu. Angka ini menjadi tolok ukur kualitas hidup penduduk dari sisi pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
Kota Kupang menjadi daerah termaju dengan IPM 82,73 pada 2024. Posisi kedua ditempati Kota Ende dengan skor 79,85, disusul Kabupaten Kupang di urutan ketiga dengan IPM 76,66.
Kota-kota lain yang masuk daftar antara lain Kota Atambua (76,01) di posisi keempat dan Kabupaten Sikka (73,65) di urutan kelima. Daftar ini menunjukkan dominasi wilayah urban dan pesisir dalam capaian pembangunan manusia.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah ke-10 dengan IPM 66,02. Angka ini masih di bawah rata-rata IPM NTT yang tercatat 69,41 pada tahun yang sama.
Posisi keenam hingga kesembilan berturut-turut diisi Kabupaten Flores Timur (71,47), Kabupaten Ngada (70,69), Kabupaten Ende (70,13), dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (67,28). Data ini dirilis BPS sebagai bagian dari publikasi tahunan Indeks Pembangunan Manusia.
Meski populer sebagai destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo yang merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat tidak masuk dalam daftar 10 besar. IPM Manggarai Barat tercatat 65,47 pada 2024, lebih rendah dari Manggarai Timur.
Faktor akses layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah pedalaman Manggarai Barat masih menjadi tantangan. IPM kabupaten itu justru turun tipis dari 65,48 pada tahun sebelumnya.
Data ini menjadi acuan bagi pemda dalam menyusun kebijakan pembangunan prioritas. Wilayah dengan IPM rendah biasanya mendapat alokasi lebih besar untuk program pendidikan dan kesehatan.