TNI Bantah Babinsa di Ende NTT Utamakan Koperasi Desa Dibanding Sekolah, Ini Penjelasan Mabes

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 15:37:01 WIB
Alat berat proyek Koperasi Desa Merah Putih manuver di belakang SDN Wolomoni, Ende, NTT.

ENDE — Mabes TNI memastikan tidak ada penggusuran atau pengalihan fungsi lahan sekolah dalam proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Niawula, Kabupaten Ende, NTT. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya video yang menampilkan aktivitas alat berat di sekitar SDN Wolomoni dan narasi yang menyebut Babinsa mengabaikan kepentingan pendidikan.

“Saya yakin Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian sudah pasti melihat kejadian di SD Niawula NTT. Ada katanya dipotong beritanya, videonya, ‘menggusur sekolah’. Yang bahaya caption-nya, ‘Babinsa lebih mengutamakan Kopdes daripada sekolah’,” ujar Brigjen TNI Muhammad Nas dalam sambutannya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Bukan Menggusur, Akses Alat Berat Manuver di Belakang Sekolah

Menurut Kapuspen TNI, pihaknya langsung meminta laporan dari jajaran Kodam setempat setelah video itu viral. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa bangunan koperasi tidak dibangun di atas lahan sekolah, melainkan di bagian belakang gedung SDN Wolomoni.

“Ternyata rekan-rekan sekalian, bukan menggusur sekolah. Bukan Kopdes untuk menggantikan sekolah, bukan. Kopdes itu dibangun di belakang sekolah,” tegas Nas.

Ia menjelaskan, akses menuju lokasi pembangunan tergolong sempit. Alat berat yang digunakan untuk pengerjaan proyek harus melintasi area sekitar sekolah dan saat bermanuver, salah satu tiang di pojok bangunan sekolah tertabrak hingga mengalami kerusakan.

Izin Lisan dari Pihak Sekolah dan Pemda

Nas menuturkan, petugas di lapangan—termasuk Dandim dan Babinsa—telah berkoordinasi dengan pihak sekolah serta pemerintah desa setempat sebelum memindahkan tiang tersebut. Izin diberikan secara lisan dengan catatan tiang akan diperbaiki kembali setelah alat berat selesai bermanuver.

“Si petugas Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah ‘Pak Lurah, Kepala Desa. Boleh enggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?’ (Katanya) ‘Boleh, silakan’. Jadi tiang sekolah itu digeser untuk manuver alat sebentar, setelah itu akan diperbaiki kembali,” ujar Nas.

Pihak Sekolah Klaim Tak Terima Pemberitahuan Resmi

Namun, Wakil Kepala SDN Wolomoni, Magdalena Masi, mengaku tidak pernah menerima surat resmi atau pemberitahuan sebelumnya terkait aktivitas alat berat yang berdampak pada lingkungan sekolah. Ia baru mengetahui kejadian tersebut pada malam hari setelah mendapat informasi dari warga.

“Kemarin (Jumat) siang kami sudah pulang, alat berat masih berada di bawah lapangan. Setelah itu, saya mendapat informasi mengenai kejadian pada malam hari dan saya sangat kaget,” jelas Magdalena, Sabtu (6/6/2026), dilansir dari TribunFlores.

Ia menambahkan, aktivitas itu terkesan menerobos karena tidak ada surat pemberitahuan meskipun disebut-sebut atas perintah bupati. “Katanya atas perintah bupati, tetapi suratnya tidak ada,” ucapnya.

Kerusakan Sekolah Sudah Diperbaiki

Insiden yang terjadi pada Jumat (5/6/2026) sore itu sempat memicu penolakan dari warga setempat. Namun, berdasarkan laporan terbaru, kerusakan pada bangunan SDN Wolomoni telah diperbaiki pada Minggu (7/6/2026). TNI memastikan proses perbaikan dilakukan sesuai komitmen awal setelah koordinasi dengan pihak sekolah.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: nasional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top