NUSA TENGGARA TIMUR — Dari ribuan model yang pernah meluncur di Amerika Serikat, banyak yang tenggelam oleh waktu. Bukan karena jelek, melainkan karena berbagai faktor: desain terlalu maju, harga terlalu tinggi, pemasaran yang salah sasaran, atau sekadar kalah populer dari rival sekelas. Sebuah rangkuman menyoroti 40 mobil tersebut, membuktikan bahwa "gagal di pasaran" tidak selalu berarti "gagal secara teknis."
Chrysler Airflow adalah mobil produksi massal AS pertama yang serius menggunakan prinsip aerodinamika untuk mengurangi hambatan angin. Bentuknya mulus dan ramping, sangat kontras dengan desain kotak yang lazim pada era 1930-an. Namun, publik waktu itu belum siap. Penjualan rendah memaksa produksi dihentikan hanya setelah empat tahun, 1934–1937. Ironisnya, Airflow justru menjadi tolok ukur desain mobil modern beberapa dekade kemudian.
Jauh sebelum Toyota dan Chrysler mempopulerkan minivan, Stout Scarab sudah hadir pada 1936. Interiornya revolusioner: kursi dapat diatur ulang, ada meja lipat, dan tata letak kabin sangat lapang. Sayangnya, harga selangit dan bentuk yang terlalu aneh untuk zamannya membuat Scarab hanya laku sembilan unit. Namun, dari segi konsep, Scarab adalah minivan pertama di dunia.
Beberapa tahun sebelum Chevrolet Corvette lahir, Dodge memperkenalkan Wayfarer, roadster dua pintu pertama produksi domestik AS setelah Perang Dunia II. Model ini sangat sederhana—beberapa varian bahkan tidak punya jendela samping atau atap. Ketika Corvette muncul pada 1953, Wayfarer langsung tenggelam. Padahal, Wayfarer adalah bukti awal kebangkitan mobil sport Amerika.
Avanti adalah salah satu mobil paling cepat di zamannya. Dengan bodi fiberglass ringan dan bentuk aerodinamis, ia memecahkan 29 rekor kecepatan dunia di Bonneville Salt Flats. Versi supercharged-nya sangat cepat. Namun, kurang dari 5.000 unit terjual, dan Studebaker akhirnya bangkrut pada 1966. Avanti tetap dianggap sebagai salah satu desain paling berani dari era 1960-an.
Boxy SUV dengan performa gila kini jadi tren, tapi GMC sudah melakukannya pada 1992. Typhoon adalah versi SUV dari pikap Syclone, dengan mesin turbocharged, all-wheel drive, dan akselerasi 0-60 mph dalam 5,3 detik—lebih cepat dari banyak mobil sport Eropa saat itu. Hanya 4.697 unit diproduksi selama dua tahun, membuatnya langka dan mahal di pasar kolektor saat ini.
Vector W8 adalah impian masa depan yang menjadi kenyataan pada 1989. Dengan bodi serat karbon dan Kevlar, kontrol ala kokpit pesawat, serta mesin twin-turbo V8 yang menghasilkan lebih dari 600 hp, W8 diklaim mampu menembus 242 mph di Bonneville. Namun, hanya 22 unit dibuat, dan masalah keandalan membuatnya lebih sering di bengkel daripada di jalan.
Daftar ini juga mencakup Nash Metropolitan, mobil subkompak imut yang dipasarkan khusus untuk wanita; Ford Contour SVT, sedan sporty buatan divisi khusus Ford yang hanya tersedia transmisi manual; serta Saleen S7, supercar buatan tangan dengan kecepatan tertinggi 248 mph. Semua punya cerita unik yang layak diingat kembali oleh penggemar otomotif.