NUSA TENGGARA TIMUR — Lonjakan hampir delapan persen dalam sepekan terakhir menjadi reli terbesar KOSPI tahun ini. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti Samsung Electronics dan SK hynix menjadi motor penggerak utama setelah investor asing dan institusi kembali agresif masuk pasar.
Trump mengatakan Washington telah mencapai "penyelesaian besar" terkait perang dengan Iran. Ia menyebut kesepakatan itu bisa diteken paling cepat akhir pekan ini. Namun, hingga berita ini ditulis, Iran belum mengonfirmasi klaim tersebut.
“Kepastian politik tetap menjadi kunci,” demikian pernyataan analis pasar yang dikutip Yonhap. Reli ini belum sepenuhnya punya pijakan kuat selama Teheran belum memberikan pernyataan resmi.
Samsung Electronics melonjak 11,37 persen, sementara pesaingnya SK hynix naik delapan persen. Sektor otomotif dan keuangan juga ikut menguat: Hyundai Motor naik 5,53 persen, LG Electronics menguat 6,19 persen, dan KB Financial melonjak 8,05 persen.
Pergerakan ini mengikuti penguatan Wall Street pada sesi sebelumnya. Indeks utama AS menjadi acuan bagi bursa global, termasuk Seoul, ketika sentimen risiko global membaik.
Di tengah euforia pasar, Gubernur Bank of Korea Shin Hyun-song justru mengirim sinyal hawkish. Dalam pesan ulang tahun ke-76 lembaga tersebut, ia mengatakan bank sentral perlu menaikkan suku bunga tanpa penundaan.
Sikap ketat ini berpotensi menekan bursa karena biaya pinjaman menjadi lebih mahal. Jika suku bunga naik, likuiditas pasar saham biasanya berkurang. Won Korea diperdagangkan di 1.519,9 won per dolar AS, menguat sembilan won dari sesi sebelumnya.
Kenaikan besar KOSPI pekan ini menunjukkan investor cepat masuk ke saham teknologi saat risiko geopolitik terlihat mereda. Namun, arah pasar ke depan masih akan ditentukan oleh dua hal: kepastian kesepakatan Iran dan langkah Bank of Korea soal suku bunga.
Jika Iran tak kunjung mengonfirmasi, reli bisa berbalik arah. Sebaliknya, jika kesepakatan benar-benar terjadi dan suku bunga tetap ditahan, KOSPI berpotensi menguji level tertinggi baru.