Penjualan BYD di Indonesia Anjlok ke 895 Unit pada Mei 2026, Pabrikan Buka Suara soal Transisi Produksi Lokal

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 15 Juni 2026 | 10:23:01 WIB
Penurunan penjualan BYD pada Mei 2026 disebabkan oleh transisi produksi dari impor ke lokal.

NUSA TENGGARA TIMUR — PT BYD Motor Indonesia akhirnya buka suara terkait anjloknya angka penjualan pada Mei 2026. Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan efek dari perombakan rantai pasok perusahaan.

"Itu adalah dampak dari transisi production source kita, sebelumnya kita masih berbasis impor, wholesales itu bagian dari penjualan principal kepada dealer," ujar Luther di Senayan, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Data Wholesales Anjlok, Posisi BYD Terlempar dari 10 Besar

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD hanya mendistribusikan 895 unit dari pabrik ke dealer sepanjang Mei 2026. Ini menjadi rekor terendah sejak perusahaan pertama kali mencatatkan wholesales di Indonesia pada Juni 2024.

Sebelumnya, titik terendah BYD terjadi pada September 2025 dengan 1.088 unit, sementara capaian bulanan terkecil sepanjang 2024 masih di angka 1.563 unit. Angka Mei 2026 kontras dengan performa empat bulan pertama tahun ini, di mana BYD konsisten mengirimkan ribuan unit: 4.879 unit pada Januari, 4.653 unit (Februari), 2.941 unit (Maret), dan 4.625 unit (April).

Transisi Pasok dari Impor ke Produksi Lokal Jadi Biang Kerok

Menurut Luther, penurunan tajam ini tidak lepas dari proses pembenahan sistem suplai kendaraan. BYD tengah mengalihkan sumber produksi dari kendaraan impor utuh (completely built up/CBU) menjadi hasil produksi dalam negeri.

"Kita membenahi sistem supply dengan transisi dari barang CBU ke produksi lokal. Sehingga ada sedikit shock di sisi angka, tapi itu akan normal kembali di bulan ini," jelasnya. Proses pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, masih berlangsung dan perusahaan berjanji akan memulai produksi lokal dalam waktu dekat.

Dengan angka 895 unit, BYD melorot ke posisi 14 dalam daftar merek terlaris nasional pada Mei 2026, tertinggal dari sesama merek China seperti Chery, Geely, dan Wuling.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top