NUSA TENGGARA TIMUR — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak langsung bergerak cepat melakukan pemantauan intensif serta pendataan terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi.
Merujuk data resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Titik episenter berlokasi sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, serta 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso.
Abdul Muhari menjelaskan, guncangan di Kota Palu dirasakan sangat kuat selama kurang lebih 4 hingga 6 detik. Situasi itu memicu kepanikan massal hingga membuat warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri. Pihak BPBD Kota Palu pun segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen cepat pascagempa.
“Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi,” ucap pria yang akrab disapa Aam itu.
Getaran kuat juga melanda Kabupaten Poso selama sekitar 6 detik yang memicu kepanikan serupa di kalangan warga. BPBD setempat kini masih menyisir lapangan untuk mengumpulkan data terkait kerusakan bangunan dan dampak lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan BNPB dan BPBD terus melakukan pemantauan di seluruh wilayah terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi. Data kerusakan dan korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.