NUSA TENGGARA TIMUR — Kepastian itu disampaikan langsung oleh Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan. Menurutnya, ketidakhadiran Denza di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung Juli mendatang bukan berarti BYD mengerem laju ekspansi di segmen premium.
"Partisipasi dalam sebuah pameran merupakan salah satu dari beberapa strategi brand," ujar Luther kepada Kompas.com, belum lama ini.
Keputusan ini terbilang mengejutkan. Banyak pengamat dan pencinta otomotif berspekulasi GIIAS akan menjadi panggung ideal bagi Denza untuk debut atau setidaknya memamerkan lini produk mewahnya ke publik. Namun, BYD memiliki peta jalan yang berbeda.
Luther menjelaskan, pendekatan terhadap konsumen kendaraan premium tidak bisa disamakan dengan pasar massal. Segmen ini membutuhkan sentuhan yang lebih personal dan eksklusif. "Mengingat kehadiran Denza masih tergolong baru, saat ini strategi kami adalah memperkuat kehadirannya dengan aktivitas yang lebih premium dan personalized untuk memperkuat karakter dan positioning di mata customer," kata Luther.
Alih-alih menyewa stan besar di pusat konvensi, Denza akan menjemput bola dengan mendatangi langsung komunitas targetnya. BYD menyiapkan serangkaian kegiatan yang dekat dengan gaya hidup urban kelas atas.
"Seperti kegiatan yang berkaitan dengan lifestyle event, art exhibitions, premium sports, exclusive exhibitions dan lainnya. Kami akan berbagi informasi lebih lanjut kehadirannya pada aktivitas-aktivitas tersebut," ujar Luther.
Strategi ini dipilih agar Denza bisa membangun brand equity yang kuat sebelum benar-benar mengaspal secara massal di jalanan Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih intim, BYD berharap persepsi terhadap Denza sebagai merek premium melekat lebih dalam di benak konsumen sasaran.