JAKARTA — Calon mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap bisa mengakses KIP Kuliah meski masuk perguruan tinggi melalui jalur mandiri. Syarat utamanya, pendapatan gabungan orang tua maksimal Rp4 juta per bulan atau maksimal Rp750 ribu per anggota keluarga.
Jalur mandiri menjadi alternatif bagi peserta yang belum lolos seleksi nasional. Meski seleksi diselenggarakan masing-masing kampus, peserta tetap bisa memanfaatkan KIP Kuliah selama memenuhi persyaratan dan kuota penerima masih tersedia.
Program ini ditujukan bagi lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal dua tahun sebelumnya. Peserta juga harus diterima di program studi terakreditasi di PTN atau PTS.
Aspek ekonomi menjadi faktor utama. Berikut kategori peserta yang memenuhi syarat:
Calon peserta wajib menyiapkan NIK, NISN, NPSN, alamat email aktif, data keluarga dan ekonomi, bukti kepesertaan KIP/PKH/KKS/DTKS (jika ada), data pendapatan orang tua atau wali, nomor pendaftaran KIP Kuliah, serta dokumen lain yang diminta kampus tujuan.
Pendaftaran dimulai dengan membuat akun di portal resmi KIP Kuliah. Data yang diperlukan meliputi NIK, NISN, NPSN, dan alamat email aktif. Sistem akan melakukan verifikasi awal terhadap identitas dan status calon pendaftar.
Setelah akun dibuat, sistem mengecek data yang dimasukkan. Jika memenuhi syarat awal, peserta akan memperoleh Nomor Pendaftaran dan Kode Akses yang dikirim melalui email. Informasi ini digunakan untuk masuk kembali ke sistem dan melanjutkan tahapan berikutnya.
Peserta harus mengisi biodata pribadi, data keluarga, kondisi ekonomi rumah tangga, hingga informasi aset keluarga. Ketelitian dalam mengisi data sangat penting karena memengaruhi hasil verifikasi.
Pada menu seleksi, peserta memilih jalur Mandiri PTN atau Mandiri PTS sesuai kampus tujuan. Setelah itu, peserta menentukan program studi yang ingin dipilih. Pemilihan prodi harus disesuaikan dengan ketersediaan kuota penerima KIP Kuliah di kampus tersebut.
Setiap tahapan harus dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan administrasi yang bisa menggugurkan pendaftaran. Peserta disarankan memantau informasi resmi dari kampus tujuan terkait kuota dan jadwal seleksi mandiri.