Menteri Keamanan Online Inggris, Kanishka Narayan, secara terbuka menyebut aktivitas di platform game sebagai faktor yang sangat membebani pikirannya dalam merumuskan kebijakan perlindungan anak. Dalam wawancara dengan The Times, Narayan mengindikasikan bahwa larangan komunikasi dengan orang asing di game seperti Roblox, Fortnite, dan Minecraft bisa menjadi solusi untuk menghentikan "bahaya paling keji" yang mengintai pengguna muda.
Kebijakan Meniru Australia, Tapi Lebih Tegas ke Industri Game
Inggris saat ini belum mengambil keputusan final. Namun, The Times melaporkan bahwa pemerintah Negeri Ratu Elizabeth tengah mempelajari secara mendalam efektivitas larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun yang baru saja disahkan Australia tahun lalu. Menariknya, Australia tidak menerapkan pembatasan serupa pada game — kecuali Twitch yang terkena larangan.
Narayan tidak menyebut nama game tertentu dalam pernyataannya. Tapi ia menekankan bahwa aktivitas di platform game "akan sangat mempengaruhi pertimbangan saya" dalam merancang aturan baru. Ini menjadi sinyal bahwa industri game, bukan hanya media sosial tradisional, akan menjadi sasaran utama regulasi keamanan anak Inggris ke depan.
Roblox Jadi Sasaran Tembak Regulator Global
Di antara platform game yang menyasar anak-anak, Roblox mungkin menjadi yang paling sering menjadi bulan-bulanan regulator internasional. Australia sudah memberi peringatan resmi terkait laporan grooming dan konten seksual di platform tersebut. Florida dan Texas bahkan membawa Roblox ke ranah hukum — Jaksa Agung Florida menyebutnya sebagai tempat berkembang biaknya predator anak, sementara Texas menggugat Roblox Corporation atas tuduhan eksploitasi anak.
Tekanan publik dan hukum yang terus menggunung akhirnya memaksa Roblox Corporation bereaksi. Perusahaan pengembang game tersebut berjanji akan bekerja lebih keras mencegah anak-anak berinteraksi dengan orang asing. Sebagai langkah konkret, Roblox telah mengalokasikan dana sebesar 12 juta dolar AS untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna di bawah umur.
Ancaman Nyata bagi Model Bisnis Game Sosial
Jika Inggris benar-benar menerapkan larangan komunikasi dengan orang asing, dampaknya akan sangat fundamental bagi game-game yang mengandalkan interaksi sosial sebagai daya tarik utama. Roblox, Fortnite, dan Minecraft bukan sekadar game — mereka adalah platform sosial virtual tempat anak-anak bermain, berkreasi, dan membangun komunitas.
Larangan semacam ini bisa memotong fitur inti dari pengalaman bermain mereka. Bagi Roblox yang model bisnisnya bergantung pada interaksi antar pemain, kebijakan ini bisa menjadi pukulan telak. Sementara bagi orang tua di Indonesia yang khawatir dengan keamanan anak saat bermain game online, langkah Inggris ini bisa menjadi preseden yang menarik untuk diikuti — atau justru dihindari.