KUPANG — Seminar yang mengusung tema “Menjadi Orang Tua Hebat untuk Anak Hebat” serta “Kesehatan Mental dan Parenting” ini dihadiri oleh para pejabat utama Polda NTT, para Kapolres jajaran, dan pengurus Bhayangkari. Wakapolres serta pejabat Polres lainnya mengikuti kegiatan secara virtual.
Anak Zaman Digital Butuh Kompas, Bukan Sekadar Larangan
Dalam sambutannya, Kapolda NTT menyebut bahwa tantangan pengasuhan saat ini jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Anak-anak tumbuh di tengah akses informasi tanpa batas yang bisa menjadi peluang sekaligus ancaman.
"Teknologi memberi mereka sayap untuk terbang ke mana saja, namun di saat yang sama juga membawa badai yang dapat memadamkan pelita dalam jiwa mereka," ujar Irjen Rudi Darmoko.
Menurutnya, pola asuh yang cerdas adalah seni menjadi kompas ketika anak tersesat di belantara informasi. Jika orang tua kehilangan seni ini, maka sunyinya hati anak-anak akan diisi oleh kebisingan dunia luar, mulai dari dunia malam, narkoba, hingga perundungan.
Akar Kenakalan Remaja: Jeritan Rindu Akan Rumah yang Sepi Komunikasi
Kapolda mengungkapkan bahwa dari berbagai kasus kenakalan remaja yang ditangani, hampir semuanya berawal dari lemahnya komunikasi dalam keluarga. Ia menyebut mereka sebagai jiwa-jiwa yang haus pelukan namun tersesat mencari kehangatan di tempat yang salah.
"Ketertiban masyarakat bukanlah hasil dari ketatnya penjagaan polisi semata, melainkan buah dari kedamaian yang tumbuh di meja makan keluarga," tegasnya.
Bukan Sekadar Seminar, tapi Upaya Menenun Masa Depan Bangsa
Kegiatan yang mengusung semangat “Polda NTT Penuh Kasih” dan filosofi “Satu Kapal, Satu Arah, Satu Tujuan” ini menghadirkan narasumber utama Direktur SBMS sekaligus Praktisi USEFT, Agus E.H., bersama tim dari Yayasan Kesehatan Mental Keluarga (YKMK) Indonesia.
Kapolda juga mendorong personel Polri untuk memanfaatkan program konseling dan pendekatan psikologis, termasuk metode USEFT yang mulai diterapkan di lingkungan Polda NTT. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu menyelesaikan persoalan dalam dirinya sendiri sebelum menjadi teladan bagi anggota dan keluarganya.
Melalui seminar ini, Polda NTT berharap para personel dan Bhayangkari membawa pulang kesadaran baru bahwa keluarga adalah fondasi utama keberhasilan organisasi. "Dengan fondasi keluarga yang harmonis dan bahagia, seluruh awak dalam satu kapal Polda NTT akan lebih mudah mengakselerasi arah dan tujuan bersama demi mewujudkan NTT yang aman, damai, sejahtera, dan penuh kasih," pungkas Kapolda.