KUPANG — Ketua Panitia Konferda II Alumni GMNI NTT, Yoppy Lati, mengatakan kegiatan pra-konferensi ini bukan sekadar seremonial organisasi. Ia menegaskan bahwa penanaman pohon di kawasan sumber mata air merupakan respons terhadap kondisi lingkungan yang memprihatinkan di wilayah Bello.
Ketua RW 03 Kelurahan Bello, Goris Takene, mengungkapkan bahwa banyak pohon di kawasan resapan air sudah berusia tua, tumbang, bahkan punah. Kondisi ini mengurangi kemampuan tanah menangkap air hujan, mengancam keberlangsungan sumber air yang menjadi urat nadi kehidupan petani dan peternak di Bello.
“Perlu perhatian dan kolaborasi semua pihak untuk menyelamatkan sumber mata air, khususnya di Bello, yang sejak bertahun-tahun menjadi urat nadi kehidupan para petani dan peternak,” ujar Takene saat meninjau lokasi bersama panitia, Jumat (26/6/2026).
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan donor darah pada 11 Juli 2026. Panitia menargetkan partisipasi dari alumni GMNI, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat umum. Aksi ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Kupang.
Puncak acara adalah Konferda II pada 18 Juli 2026, diawali seminar pembangunan daerah. Yoppy menyebut Gubernur NTT dan sejumlah alumni GMNI yang berkiprah di tingkat nasional direncanakan hadir sebagai narasumber.
Setelah seminar, sidang organisasi akan mengevaluasi program kerja kepengurusan lama dan memilih kepengurusan baru masa bakti 2026–2030. Konferda juga merumuskan arah kebijakan organisasi agar program-programnya lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat NTT.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Alumni GMNI tidak hanya hadir dalam forum organisasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Yoppy.
Goris Takene berharap gerakan penghijauan ini menjadi pemicu bagi pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menjaga kawasan resapan air di Bello. Menurutnya, keberlanjutan sumber mata air sangat menentukan masa depan pertanian dan peternakan di kawasan tersebut.
Panitia optimistis seluruh rangkaian kegiatan, dari penghijauan hingga konferensi, dapat mempererat persaudaraan sesama alumni sekaligus memperteguh komitmen pengabdian kepada daerah.