NUSA TENGGARA TIMUR — Gerakan sosial ini berlangsung di Gedung Serbaguna Candra Distra Wiradi dan disambut antusias warga. Tak sekadar gratis, setiap peserta juga menerima uang saku dan bingkisan dari pengelola bandara. Layanan medis ditangani tenaga profesional dari organisasi kemanusiaan BRIGECK.
Mengapa Libur Sekolah Jadi Momen Tepat?
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio, Maya Damayanti, menjelaskan bahwa momentum libur sekolah dipilih agar anak-anak bisa menjalani proses khitan tanpa tekanan jadwal belajar. “Kami ingin kehadiran Angkasa Pura Indonesia tidak hanya memberikan kontribusi terhadap konektivitas udara dan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang langsung dirasakan warga,” ujar Maya dalam keterangan resminya.
Menurutnya, kegiatan ini juga diharapkan bisa meringankan beban finansial orang tua yang ingin memenuhi kewajiban khitan bagi putra mereka. Dengan layanan gratis dan tenaga medis profesional, risiko dan kekhawatiran orang tua pun bisa diminimalkan.
Kolaborasi Lintas Instansi untuk Dampak Lebih Luas
Program ini terlaksana berkat kerja sama Angkasa Pura Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, serta BRIGECK. Kehadiran jajaran kepolisian kawasan Bandara Supadio dan para kepala desa dari wilayah ring satu bandara—Desa Limbung, Desa Arang Limbung, dan Desa Kuala Dua—menandai dukungan penuh dari aparat dan pemerintah setempat.
Maya berharap hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat terus terjalin. “Kami ingin mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Melalui program sosial berkala ini, Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia jasa penerbangan, tetapi juga sebagai entitas yang peduli pada kebutuhan dasar masyarakat di sekitar area operasionalnya.